Melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim, termasuk para ibu hamil. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama menjalankan puasa. dr. Agustinus Gatot, SpOG dari RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, memberikan pandangannya mengenai kondisi yang memungkinkan bagi ibu hamil untuk berpuasa serta memberikan panduan pola makan yang tepat, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Rabu(26/3/2025).
Advertisement
Kapan Ibu Hamil Diperbolehkan Berpuasa
Menurut dr. Agustinus, ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa asalkan kondisi kesehatannya memungkinkan dan tidak mengganggu perkembangan janin. "Yang penting adalah pertumbuhan bayinya cukup," ujarnya saat ditemui pada peluncuran Poliklinik Women & Children RS Mitra Keluarga Bekasi pada Rabu, 26 Februari 2025.
Kriteria ibu hamil yang aman untuk menjalankan puasa Ramadan mencakup:
- Pertumbuhan janin yang sesuai dengan usia kehamilan, yang dapat dipantau melalui pemeriksaan USG.
- Ibu tidak mengalami masalah kesehatan, seperti anemia atau penyakit lain yang menyertai.
- Asupan makanan dan cairan tetap terpenuhi, meskipun dalam waktu makan yang terbatas.
Di sisi lain, dr. Agustinus menyarankan agar ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa jika mengalami kondisi tertentu, seperti:
- Pertumbuhan janin yang terhambat (IUGR)
- Anemia berat
- Gangguan kesehatan yang membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak
"Misalnya, kalau bayinya kecil atau pertumbuhan janinnya terhambat, tidak dianjurkan untuk puasa," tambahnya. Dengan memperhatikan kondisi-kondisi tersebut, diharapkan ibu hamil dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan tetap menjaga kesehatan.
Advertisement
Pada Trimester mana Ibu Hamil sebaiknya Berpuasa dengan Aman
Terkait waktu yang tepat bagi ibu hamil untuk menjalankan puasa, dr. Agustinus menyatakan bahwa trimester kedua dan ketiga umumnya lebih aman dibandingkan dengan trimester pertama. Pada trimester pertama, puasa tidak dianjurkan karena ibu hamil sering mengalami mual dan muntah yang dapat mengganggu asupan nutrisi yang dibutuhkan. Di sisi lain, trimester kedua dan ketiga lebih memungkinkan untuk berpuasa asalkan ibu dapat menjaga keseimbangan nutrisi dan cairan yang diperlukan.
“Prinsipnya tetap sama, kalau pemberian makanan dari ibu ke bayi baik, maka puasa boleh dilakukan. Trimester pertama tidak dianjurkan karena ibu biasanya masih sulit makan, sedangkan trimester kedua dan ketiga bisa dilakukan dengan catatan gizi tercukupi,” jelas dr. Agustinus. Dengan demikian, penting bagi ibu hamil untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan dan asupan nutrisi sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Advertisement
Panduan untuk Ibu Hamil dalam Menjalani Pola Makan Sehat saat Berpuasa
Untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi ibu hamil dan janin tetap terjaga selama bulan puasa, dr. Agustinus merekomendasikan agar pola makan antara sahur dan buka puasa harus seimbang. Saat sahur, disarankan untuk:
- Mengonsumsi makanan yang kaya protein, terutama dari sumber hewani, agar rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.
- Memperbanyak asupan cairan guna mencegah dehidrasi.
- Menjauhkan diri dari makanan yang terlalu manis atau mengandung garam tinggi untuk menghindari rasa haus yang berlebihan.
Sementara itu, saat berbuka puasa, sebaiknya:
- Memulai dengan makanan ringan seperti kurma, kolak, atau jus buah alami.
- Mengonsumsi makanan utama secara bertahap untuk mencegah kembung.
- Memastikan asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayuran dan buah-buahan tercukupi.
Di antara waktu berbuka dan sahur, penting untuk:
- Menambahkan makanan bergizi dalam porsi kecil namun sering.
- Minum cukup air putih untuk menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa.
"Yang penting, makan jangan sekaligus banyak. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering. Bisa setengah jam sekali, agar tidak kembung dan tetap nyaman," ungkap dr. Agustinus. Pemantauan secara rutin, asupan gizi yang memadai, serta hidrasi yang baik adalah kunci utama agar ibu hamil dapat menjalani puasa dengan aman dan nyaman.
Jika ada keraguan atau kondisi kesehatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. "Jarang lho ibu hamil bisa puasa penuh sampai selesai. Itu kan anugerah. Jadi, kalau bisa puasa dan tetap sehat, kenapa tidak?" tutup dr. Agustinus.
Advertisement
Tiga Layanan terbaik untuk Ibu dan Anak
Mengusung tema "Rumah Sakit yang Seperti Rumah", Mitra Keluarga Bekasi meluncurkan Poliklinik Wanita dan Anak dengan tiga layanan terbaru yang dirancang untuk memberikan perawatan kesehatan menyeluruh bagi wanita dan anak-anak. Ketiga layanan unggulan tersebut adalah:
- Klinik Gastrohepatologi
Klinik ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan perkembangan optimal saluran cerna anak-anak. Dengan dukungan fasilitas endoskopi canggih serta tim dokter spesialis gastroenterologi dan bedah digestif yang kompeten, layanan ini berfokus pada pendekatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
"Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan anak, kami menghadirkan dr. Dedy Rahmat, Sp.A(K) sebagai dokter konsultan gastrohepatologi anak yang akan menangani berbagai gangguan saluran cerna dengan pendekatan yang lebih optimal," ujar Direktur Mitra Keluarga Bekasi, dr. Riska Sunita, MARS.
- Perawatan Alergi & Imunologi untuk Anak
Layanan ini dikembangkan untuk menjadi pusat perawatan alergi dan imunologi anak yang paling lengkap di Bekasi. Didukung oleh dr. Isman Jafar, Sp.A(K), layanan ini memberikan penanganan komprehensif terhadap berbagai kondisi alergi dan gangguan sistem imun pada anak.
"Dengan adanya layanan ini, kami optimistis dapat memberikan solusi terbaik bagi anak-anak dengan keluhan alergi dan imunologi, sekaligus memperkuat layanan kesehatan anak secara keseluruhan," tambah Riska Sunita.
- Klinik Urologi Anak
Klinik ini khusus menangani berbagai gangguan urologi pada anak, mulai dari kelainan bawaan hingga infeksi saluran kemih yang memerlukan perawatan khusus. "Penambahan fasilitas ini menjadi kebanggaan bagi warga Bekasi dan sekitarnya, karena kini mereka bisa mendapatkan layanan urologi anak yang lebih lengkap tanpa harus ke luar kota," ucap Riska.