Konsumsi kafein yang berlebihan, baik dari kopi, teh, maupun minuman berenergi, kini semakin menjadi sorotan sebagai salah satu faktor risiko kesehatan jantung.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah besar, khususnya lebih dari 400 miligram per hari, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.
Dilansir Merdeka.com Mengutip dari Healthline, Rabu (22/1/2025), studi ini dipresentasikan pada konferensi ACC Asia 2024 di New Delhi, India, oleh para ahli dari Zydus Medical College and Hospital di India, meskipun hasil penelitian ini belum dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah.
Advertisement
Apa akibat dari tekanan darah tinggi?
Tekanan darah tinggi, yang dikenal dengan istilah hipertensi, berpotensi merusak organ-organ tubuh secara bertahap jika tidak dikelola dengan tepat.
Hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan demensia. Selain itu, kondisi ini dapat mempercepat kerusakan pada pembuluh darah serta meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.
Berbagai faktor seperti pola makan yang tinggi garam, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan usia lanjut diketahui berpengaruh terhadap tekanan darah.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kafein, meskipun memiliki beberapa manfaat, dapat menjadi salah satu penyebab peningkatan tekanan darah jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Advertisement
Kapan konsumsi kafein dapat menjadi berbahaya?
Menurut Dr. Cheng-Han Chen, seorang pakar di bidang kardiologi, mengonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan dapat memperlambat pemulihan tekanan darah dan denyut jantung setelah beraktivitas fisik. Hal ini berpotensi meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit kardiovaskular.
"Jika berlangsung lama, tekanan darah tinggi berpotensi menimbulkan peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskular," ungkap Chen kepada Healthline. Di sisi lain, Dr. Chen juga menyoroti bahwa jika dikonsumsi dalam batas yang wajar, seperti dua hingga tiga cangkir kopi per hari, kafein dapat memberikan efek positif bagi kesehatan jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kafein yang tepat dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2, gagal jantung, dan beberapa jenis kanker. Ini menunjukkan bahwa kafein, ketika dikonsumsi secara moderat, tidak hanya aman tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi agar dapat memperoleh manfaat tanpa mengalami dampak negatif bagi kesehatan jantung.
Advertisement
Mengatur Asupan Kafein demi Kesehatan Jantung
Penting untuk selalu memperhatikan asupan kafein, terutama bagi individu yang memiliki risiko penyakit jantung atau hipertensi. Berikut adalah beberapa saran yang dapat membantu menjaga konsumsi kafein tetap dalam batas yang sehat:
- Olahraga secara teratur: Aktivitas fisik mampu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
- Diet seimbang: Mengonsumsi makanan bergizi yang rendah garam dan lemak jenuh dapat mendukung kesehatan jantung.
- Batasi asupan natrium: Makanan yang tinggi natrium dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga penting untuk menguranginya.
- Hindari alkohol dan merokok: Kebiasaan ini dapat memperburuk kondisi hipertensi.
- Pahami kandungan kafein: Perhatikan jumlah kafein yang terdapat dalam minuman yang Anda konsumsi.
Selain itu, ahli gizi Kristin Kirkpatrick menyarankan agar setiap orang memperhatikan reaksi tubuh terhadap kafein. "Sebagian besar pasien saya dapat langsung memberi tahu saya apa yang mereka rasakan saat mengonsumsi kafein berlebih, jadi aturan pertama dalam bidang nutrisi apa pun adalah mendengarkan tubuh Anda," ungkap Kirkpatrick.
Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki respons yang berbeda, sehingga efek kafein dapat bervariasi. Ia juga menyatakan bahwa kopi mungkin memberikan efek yang berbeda dibandingkan dengan teh atau minuman berenergi. "Tidak ada pendekatan diet yang cocok untuk semua orang dan ini juga berlaku untuk konsumsi kafein," tambahnya.
"Akhirnya, saya akan berusaha untuk mendapatkan sistem penyampaian nutrisi yang paling padat. Kopi dan teh mungkin merupakan cara terbaik untuk mengonsumsi kafein karena mengandung senyawa bioaktif lain yang menurut penelitian dapat bermanfaat bagi kesehatan," tutup Kirkpatrick.
Advertisement
Kafein dan Dampaknya pada Kesehatan Jantung
Menurut Nency Kagathara, peneliti utama, konsumsi kafein yang berlebihan dapat mengganggu sistem saraf otonom, yang bertugas mengatur detak jantung dan tekanan darah. "Konsumsi kafein secara teratur dapat mengganggu sistem parasimpatis, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung," ungkap Nency dalam sebuah pernyataan.
Dalam penelitian ini, para peneliti melibatkan 92 orang dewasa sehat berusia antara 18 hingga 45 tahun yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Para peserta diminta untuk mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman energi, lima kali dalam seminggu selama lebih dari setahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 20% peserta mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari, yang setara dengan sekitar empat cangkir kopi, 10 kaleng soda, atau dua minuman berenergi. Para peneliti juga mengukur detak jantung dan tekanan darah peserta sebelum dan setelah melakukan tes fisik ringan.
Temuan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari 600 mg kafein per hari mengalami peningkatan tekanan darah dan denyut jantung yang signifikan, terutama setelah berolahraga.