6 Makanan dan Minuman Manis yang Dapat Meningkatkan Kolesterol, Enak tapi Berisiko

Perhatikan enam jenis makanan dan minuman manis ini!

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
6 Makanan dan Minuman Manis yang Dapat Meningkatkan Kolesterol, Enak tapi Berisiko
6 makanan dan minuman manis, seperti soda dan kue, dapat memicu kolesterol tinggi. Nikmat di lidah, tapi bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Bijaklah dalam memilih! (Foto: Aditya Eka Prawi (© 2025 Liputan6.com)

Kolesterol adalah senyawa lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru dan mendukung fungsi vital. Namun, ada dua jenis kolesterol yang berbeda dampaknya terhadap kesehatan: kolesterol jahat (LDL) yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di dinding arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, serta kolesterol baik (HDL) yang membantu mengangkut LDL berlebih ke hati untuk dibuang.

Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kadar kolesterol sangat penting untuk kesehatan jantung.Pola makan yang kaya gula, terutama yang berasal dari makanan manis, dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Konsumsi gula berlebih dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak LDL dan mengurangi kadar HDL, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, gula tambahan juga dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang memengaruhi kesehatan kolesterol secara keseluruhan. Beberapa jenis makanan dan minuman manis dapat menjadi pemicu tingginya kadar kolesterol, yang perlu diperhatikan dalam menjaga pola makan yang sehat, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin(20/1/2025).

1. Kopi yang Manis

Banyak individu memulai hari mereka dengan menikmati secangkir kopi. Akan tetapi, penambahan gula dalam kopi dapat berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan setiap hari, menurut Jennifer.

Medical News Today menjelaskan bahwa meskipun kopi tidak memiliki kolesterol secara alami, senyawa yang terkandung di dalamnya dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Salah satu senyawa tersebut adalah diterpen, yang diketahui memiliki potensi untuk menghambat produksi zat tertentu yang berfungsi dalam pemecahan kolesterol oleh tubuh.

Oleh karena itu, konsumsi kopi dapat berakibat pada peningkatan kadar kolesterol total serta kolesterol jahat (LDL).

2. Minuman Bersoda dan Ringan

Minuman manis, yang merupakan sumber utama gula tambahan dalam pola makan banyak orang, kini telah dihubungkan dengan peningkatan kadar kolesterol LDL (jahat) serta lemak tidak sehat lainnya dalam darah. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada edisi November 2022 di jurnal The Journal of Nutrition.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 29.000 peserta dari dua studi jangka panjang yang mencakup informasi mengenai nutrisi dan kesehatan. Para peneliti secara khusus menganalisis konsumsi soda biasa, minuman limun, minuman buah, dan berbagai jenis minuman manis lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi, yakni lebih dari satu porsi 12 ons per hari, berkorelasi dengan peningkatan kadar lemak darah yang tidak sehat, termasuk kolesterol LDL, trigliserida, dan lipid lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meskipun penelitian ini tidak membuktikan secara langsung bahwa minuman manis adalah penyebab utama peningkatan lipid darah, temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan dampak negatif dari gula tambahan terhadap kesehatan, dikutip dari health.harvard.edu pada Senin, 20 Januari 2025.

3. Kue dan Biskuit

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti kue dan biskuit, sebaiknya diperhatikan karena dapat meningkatkan kadar kolesterol dan berkontribusi pada penambahan berat badan. Dalam artikel health-harvard-edu yang ditinjau oleh Howard E. LeWine, MD, dijelaskan bahwa kue, bolu, dan pastry seringkali dibuat dengan mentega dan shortening dalam jumlah yang banyak. Kedua bahan ini mengandung kolesterol yang tinggi, dan jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Namun, bukan berarti Anda harus sepenuhnya menghindari hidangan penutup. Terdapat cara sederhana untuk membuatnya lebih sehat dengan mengganti beberapa bahan. Saat memanggang, Anda bisa mencoba menggunakan saus apel atau pisang sebagai pengganti mentega. Alternatif ini tidak hanya mengurangi lemak jenuh, tetapi juga memberikan rasa manis alami pada kue.

Selain itu, hidangan penutup seperti yogurt beku rendah lemak yang disajikan dengan beri segar dapat menjadi pilihan yang lebih ringan dan lezat, tetap memuaskan hasrat akan sesuatu yang manis tanpa meningkatkan kadar kolesterol. Menurut laporan dari Healthline, kue dan makanan manis lainnya sering kali mengandung kolesterol, gula tambahan, lemak tidak sehat, dan kalori yang tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang berlebihan berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, gangguan kognitif, serta beberapa jenis kanker. Selain itu, makanan manis ini umumnya rendah nutrisi penting seperti vitamin, mineral, protein, dan lemak sehat yang diperlukan tubuh untuk mendukung pertumbuhan serta kesehatan secara keseluruhan.

4. Karbohidrat yang Telah Diproses, Seperti Roti Putih dan Pasta

Meskipun tidak termasuk dalam kategori makanan manis secara langsung, karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Kenaikan kadar gula ini berdampak pada produksi trigliserida dan kolesterol dalam tubuh.

5. Minuman yang Mengandung Alkohol

Minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi hati, yang memiliki peranan penting dalam pengolahan kolesterol.

Oleh karena itu, penting untuk mengontrol asupan alkohol agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Menurut penelitian, "Alkohol berlebihan dapat mempengaruhi fungsi hati, yang penting dalam pengolahan kolesterol dalam tubuh."

Dengan memahami dampak dari konsumsi alkohol yang berlebihan, kita dapat lebih bijak dalam memilih pola makan dan minum yang sehat. Mengurangi atau membatasi konsumsi alkohol dapat membantu menjaga kadar kolesterol dalam batas normal dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

6. Sereal

Banyak jenis sereal untuk sarapan yang bisa ditemukan di pasaran mengandung kadar gula tambahan yang cukup tinggi. Sebagai pilihan yang lebih sehat, kamu dapat mempertimbangkan untuk menggantinya dengan makanan utuh seperti buah-buahan, oatmeal, atau yogurt, yang lebih bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Mengonsumsi makanan yang kaya serat dan rendah gula akan membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, pilihan makanan tersebut juga dapat memberikan energi yang lebih stabil sepanjang hari.

Apa saja langkah yang dapat diambil untuk menjaga kolesterol tetap dalam batas normal?

6 Makanan dan Minuman Manis Pemicu Kolesterol Tinggi, Nikmat Membawa Petaka
6 makanan dan minuman manis, seperti soda dan kue, dapat memicu kolesterol tinggi. Nikmat di lidah, tapi bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Bijaklah dalam memilih! (Foto: Aditya Eka Prawi © 2025 Liputan6.com

Jennifer menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula tambahan demi menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Masyarakat dianjurkan untuk tidak melebihi asupan gula tambahan sebanyak 6 sendok teh per hari untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria.

Selain itu, sangat penting untuk memeriksa label pada produk makanan agar kita dapat mengetahui jumlah gula tambahan yang terdapat dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Gula tambahan yang terdapat dalam berbagai jenis makanan dan minuman manis dapat menyebabkan penumpukan trigliserida, yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi kolesterol baik (HDL).

Oleh karena itu, perhatian terhadap asupan gula dalam pola makan sehari-hari sangatlah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan kolesterol tinggi.

Rekomendasi