Efek Buruk Mencabut Rambut Beruban yang Sebaiknya Diketahui Biar Tak Jadi Kebiasaan

Lantas, apa saja dampak buruk dari kebiasaan mencabut rambut beruban yang sebaiknya diketahui setiap orang?

Iwan Tantomi
Oleh Iwan Tantomi - Reporter
Efek Buruk Mencabut Rambut Beruban yang Sebaiknya Diketahui Biar Tak Jadi Kebiasaan
©Shutterstock.com

Sebagian orang suka gemas sendiri saat melihat rambut beruban yang muncul di antara rambut yang hitam. Hal tersebut kemudian memicu keinginan untuk mencabutnya. Dari semula cuma sekali dua kali, lama-lama jadi keterusan hingga jadi kebiasaan.

Padahal kebiasaan mencabut rambut beruban ini tidak disarankan, karena justru dapat memicu beragam efek negatif terutama pada kulit kepala. Lantas, apa saja dampak buruk dari kebiasaan mencabut rambut beruban yang sebaiknya diketahui setiap orang?

Dapat Memicu Terjadinya Folikulitis

Masalah kulit yang bisa terjadi akibat kebiasaan mencabut rambut beruban ini adalah folikulitis. Kondisi ini menyebabkan folikel rambut terluka, karena mencukur rambut terlalu dekat atau mencabut rambut uban terlalu kuat.

Folikel rambut tersebut kemudian mengalami peradangan. Biasanya ditandai dengan munculnya benjolan merah kecil dan punya ujung putih berisi nanah. Meski tidak berbahaya, tetapi folikulitis ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan gatal, sehingga bikin tak nyaman saat mengalaminya.

Menyebabkan Terjadinya Kebotakan

Rambut yang dicabut tak langsung bisa tumbuh lagi dengan cepat. Semakin banyak yang dicabut, tentu risiko mengalami kebotakan juga semakin besar, tak terkecuali rambut beruban.

Ketika sering mencabut rambut beruban, folikel rambut yang rusak biasanya dapat mengganggu pertumbuhan rambut. Kerusakan folikel rambut ini pun juga dapat memicu kerontokan. Malah saat sudah berada di usia lanjut, folikel rambut justru tak bisa menumbuhkan rambut kembali.

Pertumbuhan Rambut Terganggu

Selain itu, kebiasaan mencabut rambut beruban ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut jadi terganggu. Ini karena dampak buruknya dapat merusak folikel rambut. Sementara itu, folikel sendiri merupakan tempat tumbuhnya rambut, sehingga tak heran jika akhirnya berdampak pada pertumbuhan rambut.

Efek negatif ini juga dapat terjadi saat mencabut rambut normal, jadi bukan rambut beruban saja. Meski jarang terjadi pada orang normal, kebiasaan mencabut rambut normal ini biasanya kerap dilakukan untuk melepas stres oleh orang-orang yang sedang mengalami gangguan psikologis bernama trikotilomania.

Bisa Membuat Rambut Justru Tumbuh ke Dalam

Efek buruk lainnya dari kebiasaan mencabut rambut beruban ini adalah dapat membuat rambut justru tumbuh ke dalam atau ingrown hair. Kondisi ini membuat arah pertumbuhan rambut ke dalam kulit, bukan ke luar sebagaimana mestinya.

Masalah rambut ini sering terjadi karena kesalahan mencukur atau mencabut rambut terlalu kencang, termasuk juga karena mencabut rambut beruban. Umumnya tidak membahayakan, tetapi kadang ingrown hair juga bisa menimbulkan rasa nyeri, peradangan hingga munculnya benjolan kecil serupa jerawat.

Setelah mengetahui betapa banyak dampak buruk yang diakibatkan dari kebiasaan mencabut rambut beruban, maka sebaiknya tak melakukannya lagi. Bagaimanapun munculnya rambut beruban bagian dari mekanisme alami rambut. Sebelum buru-buru mencabut rambut beruban, ada baiknya untuk mengetahui dulu penyebabnya.

Sebab, rambut beruban ini bisa diakibatkan karena beragam hal. Salah satunya karena stres yang berat atau kekurangan vitamin dan mineral tertentu. Jika memang butuh konsultasi dan periksa, jangan ragu untuk datang ke psikiater untuk konsultasi soal stres atau dokter yang tepat.

Rekomendasi