Kenali Apa Itu Retronychia, Masalah Kesehatan yang Buat Kuku Balik Masuk ke Dalam

Retronychia adalah kondisi saat kuku tumbuh ke dalam, menyebabkan nyeri, bengkak, dan infeksi. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Shalsha Ardya
Oleh Shalsha Ardya - Reporter
Kenali Apa Itu Retronychia, Masalah Kesehatan yang Buat Kuku Balik Masuk ke Dalam
Ilustrasi kuku jari kaki. (Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay) (@ 2023 merdeka.com)

Kuku yang tumbuh rapi dan sehat adalah hal yang sering dianggap sepele. Namun, tahukah Anda bahwa ada kondisi medis langka yang membuat kuku justru tumbuh ke arah yang salah bukan ke luar, tetapi malah ke dalam, menembus jaringan kulit dan menyebabkan nyeri hebat? Kondisi tersebut dikenal dengan nama retroncychia.

Dilansir dari Health, retronychia adalah gangguan pada kuku yang terjadi ketika pertumbuhan kuku terhenti ke arah luar dan justru berbalik tumbuh ke dalam lipatan kuku, yaitu kulit di sekitar kuku. Keadaan ini umumnya menyerang kuku jempol kaki dan paling sering ditemukan pada perempuan dewasa muda.

Pada tahap awal, retronychia menunjukkan gejala ringan yang kerap dianggap sepele. Gejalanya mencakup rasa sakit, kemerahan, pembengkakan, dan perubahan warna pada kuku. Dalam kondisi yang lebih parah, kuku baru dapat tumbuh di bawah kuku lama, menciptakan lapisan-lapisan kuku yang saling menekan. Akibatnya, pasien merasakan nyeri berkepanjangan dan kesulitan untuk berjalan.

Gejala umum lainnya meliputi:

  1. Kulit di sekitar kuku tampak merah dan bengkak, terutama di bagian bawah dekat kutikula.
  2. Rasa sakit atau nyeri saat menyentuh kuku.
  3. Kuku tampak menguning atau menebal.
  4. Muncul jaringan merah muda yang tampak menonjol dan tumbuh di sekitar kuku.
  5. Terdapat nanah yang keluar dari area kuku.
  6. Kutikula menghilang atau tertarik.
  7. Kuku tampak terangkat sebagian atau tidak menempel dengan baik.
  8. Rasa sakit yang membuat sulit berjalan.

Jika tidak ditangani sejak dini, retronychia dapat menyebabkan lapisan kuku baru terus tumbuh dan mendorong lapisan kuku lama ke atas, memperparah kondisi.

Ada banyak kemungkinan penyebab retronychia. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan sepatu yang tidak pas. Sepatu yang terlalu sempit atau bertumit tinggi dapat menekan kuku kaki secara terus-menerus dan menyebabkan trauma mikro berulang, kerusakan kecil yang terjadi berulang kali di dasar kuku. Trauma ini akhirnya memicu pertumbuhan kuku ke arah dalam.

Aktivitas fisik yang intens seperti berlari, menari, atau mendaki juga dapat meningkatkan risiko retronychia. Tekanan terus-menerus pada kuku jempol kaki dari sepatu selama aktivitas ini menyebabkan tekanan abnormal yang memicu gangguan pertumbuhan kuku.

Selain itu, cedera akut pada kuku juga bisa menjadi penyebab. Menendang benda keras, tertimpa benda berat di jari kaki, atau bahkan cakaran kucing dapat melukai dasar kuku dan memicu retronychia.

Beberapa kondisi kesehatan juga turut berkontribusi terhadap munculnya retronychia, di antaranya:

  1. Artritis, yang menyebabkan peradangan pada sendi termasuk di sekitar kaki.
  2. Tromboflebitis, yaitu pembentukan gumpalan darah yang menghalangi aliran darah dalam pembuluh vena.
  3. Sindrom kompartemen, kondisi langka di mana tekanan dalam kelompok otot tertentu meningkat dan menghambat aliran darah.
  4. Pasca melahirkan, perubahan hormon dan tekanan tubuh dapat memengaruhi pertumbuhan kuku.
  5. Masalah pada struktur kaki seperti kesalahan posisi kuku atau tekanan berlebih pada jempol kaki juga berkontribusi terhadap kondisi ini.

Salah satu hal yang memperburuk retronychia adalah fakta bahwa penyakit ini sering salah didiagnosis. Banyak pasien tidak menyadari bahwa kuku yang tampak tidak tumbuh atau berubah bentuk secara perlahan sebenarnya sedang tumbuh ke arah dalam. Kondisi ini pun kerap disangka sebagai infeksi jamur atau luka biasa.

Menurut Lee DK dan Lipner SR dalam jurnal Annals of Medicine tahun 2022, diagnosis dan penanganan optimal terhadap gangguan kuku umum masih menjadi tantangan karena kemiripan gejala dengan kondisi lain.

Jika Anda mengalami pembengkakan, nyeri, atau perubahan mencurigakan pada kuku jempol kaki yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan ahli penyakit kaki (podiatris) atau dokter spesialis kulit. Diagnosis retronychia umumnya ditegakkan melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dan bila diperlukan, dokter akan menggunakan ultrasonografi untuk memastikan tidak ada kondisi kuku lainnya yang memiliki gejala serupa.

Jangan menunda pemeriksaan, terutama jika muncul gejala serius seperti keluarnya nanah, demam, atau nyeri hebat yang mengganggu aktivitas harian, karena hal tersebut bisa menandakan adanya infeksi yang memerlukan penanganan segera.

Tujuan utama pengobatan retronychia adalah meredakan gejala dan mengembalikan pertumbuhan kuku ke arah yang normal. Bila terdeteksi sejak dini, kondisi ini dapat dibalikkan hanya dengan menghilangkan faktor penyebabnya.

Beberapa langkah awal yang dianjurkan meliputi:

  1. Mengganti sepatu dengan ukuran yang lebih longgar dan bagian depan yang lebar.
  2. Menghindari penggunaan sepatu bertumit tinggi.
  3. Mengurangi aktivitas yang memberi tekanan pada kuku, seperti berlari dan mendaki.

Namun, jika gejala tidak membaik, dokter mungkin menyarankan tindakan tambahan seperti:

  1. Menempelkan plester atau membungkus kuku agar tidak terus menekan kulit.
  2. Memakai kuku akrilik sementara untuk melindungi area sensitif.
  3. Mengoleskan krim kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

Pada kasus kronis atau berat, pembedahan mungkin diperlukan. Prosedur ini dikenal dengan nama avulsi kuku, yaitu pengangkatan sebagian atau seluruh kuku dengan bantuan larutan kimia atau pisau bedah kecil.

Namun perlu diingat, retronychia bisa kambuh meskipun sudah dioperasi. Diperkirakan sekitar 16% kasus mengalami kekambuhan. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting dilakukan.

Beberapa orang memang lebih rentan mengalami retronychia akibat bentuk alami kuku atau struktur kaki mereka. Namun, pada umumnya, retronychia masih dapat dicegah melalui langkah-langkah sederhana berikut:

  1. Gunakan sepatu yang sesuai ukuran, dengan bagian depan yang cukup lebar untuk memberi ruang gerak bagi jari-jari kaki dan menghindari tekanan berlebih pada kuku.
  2. Hindari penggunaan sepatu bertumit tinggi dalam waktu lama karena dapat menekan kuku ke belakang dan memicu trauma.
  3. Batasi aktivitas berat yang memberikan tekanan pada kuku jempol, seperti lari jarak jauh atau hiking.
  4. Segera tangani masalah kaki yang menyebabkan tekanan berlebih, seperti kelainan struktur kuku atau jari.

Jika tidak ditangani dengan baik, retronychia dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang yang memengaruhi kesehatan dan penampilan kuku secara permanen. Beberapa komplikasi dapat muncul setelah menjalani tindakan medis seperti avulsi kuku, yakni prosedur pengangkatan kuku secara parsial atau keseluruhan. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Retraksi bantalan kuku, yaitu menyusutnya jaringan tempat kuku tumbuh sehingga kuku baru sulit tumbuh sempurna.
  2. Kuku penjepit (pincer nail), kondisi di mana kuku melengkung secara ekstrem dan mencubit kulit di sekitarnya, menimbulkan rasa nyeri.
  3. Micronychia, atau pertumbuhan kuku yang jauh lebih kecil dari ukuran normal, sehingga mengganggu fungsi dan estetika kuku.

Retronychia adalah kondisi medis yang terjadi ketika kuku jempol kaki tumbuh ke dalam lipatan kuku, menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kuku. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tekanan berulang pada kuku, cedera, atau kondisi kesehatan tertentu.

Penanganan bisa dimulai dari perubahan gaya hidup sederhana seperti pemilihan sepatu yang tepat hingga tindakan medis seperti operasi pengangkatan kuku. Dengan perhatian dan pencegahan yang tepat, retronychia dapat dicegah atau diatasi sejak dini.

Jika Anda mengalami nyeri kuku yang tak kunjung reda atau tanda-tanda infeksi seperti nanah dan demam, jangan abaikan. Segera cari pertolongan medis sebelum kondisinya memburuk.

Rekomendasi