Ini Penyebab Munculnya Bau Tak Sedap di Pusar

Kamis, 28 Februari 2019 19:16 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini Penyebab Munculnya Bau Tak Sedap di Pusar Ilustrasi Pusar. ©healthline.com

Merdeka.com - Sebagai salah satu bagian tubuh, banyak orang yang ternyata tidak terlalu peduli dengan kebersihan daerah pusar mereka. Ketidakpedulian tersebut dapat mengakibatkan daerah sekitar pusar dan bagian tengahnya menimbulkan bau tak sedap.

Tentunya ada anggapan bahwa bau tersebut muncul akibat penumpukan daki dan kotoran, namun ternyata ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan pusar berbau. Berikut dua hal yang dapat menyebabkan pusar bau dan cara penanggulangannya.

Kurang Bersih

Terdapat berbagai jenis pusar yang pembersihannya disesuaikan dengan karakteristik dan diperlukan penanganan khusus untuk yang memiliki model mengerucut dan dalam. Dengan kurangnya kebersihan di daerah tersebut, maka tentu saja kotoran bercampur daki akan mengakibatkan bau tidak sedap muncul.

Cara penanganan untuk hal ini yaitu dengan menggunakan pelembap tubuh untuk bagian luarnya dan kamu juga dapat memakai cotton bud untuk bagian dalamnya. Setelah dibersihkan dengan air, keringkan dengan kain yang bersih dan higienis.

Infeksi

Infeksi pada bagian pusar tidak hanya dialami oleh anak-anak saja melainkan juga dapat mengenai orang dewasa. Infeksi pada pusar biasanya akan memunculkan warna merah di sekitarnya dan pembengkakan. Ketika infeksi terjadi, maka akan muncul cairan bening atau juga lendir kuning tipis serta akan menimbulkan aroma tidak sedap.

Penyebab umum dari infeksi pada pusar adalah kurangnya kebersihan dan tidak pernah dibersihkan sehingga muncul kuman yang mengakibatkan luka. Untuk orang dewasa, infeksi pada pusar pada umumnya akan muncul secara perlahan, sedangkan pada bayi akan lebih cepat.

Cara Mengatasi

Cara penanggulangannya adalah dengan membersihkannya setiap kali mandi kemudian mengeringkannya serta mengolesi daerah yang infeksi dengan antiseptik. Namun apabila cara penanganan sudah dilakukan dan bau tetap ada selama 3-4 hari, maka kamu perlu segera berkonsultasi dengan dokter. [RWP]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini