Ini Penyebab Mengapa Banyak Orang Sakit Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya

Selasa, 11 Juni 2019 00:30 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Ini Penyebab Mengapa Banyak Orang Sakit Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya Ilustrasi sakit. Shutterstock/Nico Traut

Merdeka.com - Berakhirnya liburan berarti saatnya kembali mempersiapkan tenaga dan pikiran untuk bekerja atau sekolah. Pada saat hari-hari awal masuk sekolah atau kerja ini ada satu hal yang biasa dialami banyak orang yaitu kondisi tubuh yang terasa sakit semua dan tak jarang juga banyak yang sakit.

Kondisi sakit setelah menjalani liburan ini ternyata bukanlah sebuah hal yang aneh.

"Saya sering menemui pasien yang sakit setelah kembali dari liburan," jelas apoteker, Inna Lukyanovsky dilansir dari Greatist.

Terkait kondisi sakit setelah menjalani liburan ini, ternyata hal tersebut tidak muncul karena rasa malas semata. Terdapat sejumlah alasan yang menyebut mengapa kamu biasanya sakit setelah menjalani liburan.

1 dari 4 halaman

1. Perjalanan dengan Pesawat

Perjalanan dengan menggunakan pesawat bisa jadi penyebab kamu mengalami sakit ketika usai bepergian. Biasanya hal ini meyebabkan pilek karena kelembapan udara yang rendah selama penerbangan.

"Rendahnya kelembapan udara bisa menyebabkan saluran hidung kering," jelas apoteker, Lindsey Elmore.

Posisi pesawat yang berada di ketinggian bisa menyebabkan udara di dalamnya menjadi sangat kering. Kondisi kering ini dapat sangat mempengaruhi tenggorokan dan hidung serta membuat tubuh kesulitan menghalau bakteri.

Kondisi kering yang berujung sakit ini bisa dihindari dengan cara yang sangat mudah. Kamu bisa menggunakan semprotan hidung atau obat tetes mata untuk menghalau hal ini.

2 dari 4 halaman

2. Kuman

Kuman dan alergen bisa menjadi penyebab kamu sakit setelah bepergian. Hal ini bisa terjadi jika kamu tak mencuci tangan dengan tepat atau melakukan kontak dengan banyak orang.

Ketika kamu bepergian ke lokasi wisata atau menggunakan kendaraan umum, persebaran kuman ini lebih mungkin terjadi.

"Pada saat ini, mudahnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah membuat persebaran virus dan bakteri ke tempat lain lebih cepat terjadi," terang Dana Hawkinson, M.D., asisten profesor di University of Kansas.

Untuk menghindari, usahakan membersihkan tangan dengan tepat dan sudah benar-benar bersih. Selain itu kamu juga bisa menghindari tempat-tempat yang benar-benar ramai hingga berdesak-desakan.

3 dari 4 halaman

3. Kelelahan

Walau menyenangkan, liburan juga bisa sangat melelahkan terutama yang membutuhkan perjalanan jauh. Ketika liburan, kita sering berpindah banyak tempat serta kekurangan tidur.

Selain itu, sebelum mulai tiduran biasanya tubuh juga sudah mulai harus bersiap melakukan berbagai macam hal sehingga kelelahan ini kemudian terakumulasi.

"Kurang tidur merupakan penyebab utama dari menurunnya sistem kekebalan tubuh" jelas Inna Lukyanovsky.

"Banyak dijumpai orang yang tidak tidur malam ketika liburan atau ketika perjalanan dalam waktu lama," sambungnya.

Untuk mengatasi hal ini kamu harus menerapkan manajemen waktu yang tepat baik sebelum, saat, atau sesudah liburan. Selain itu pastikan untuk menjaga pola tidurmu.

4 dari 4 halaman

4. Perubahan Temperatur

Bepergian ke tempat terutama yang cukup jauh dan berbeda termperatur bisa menyebabkan kondisi sakit ini. Hal ini dapat membuat tubuh kebingungan dan kesulitan dalam menyesuaikan diri.

"Seseorang yang bepergian di musim dingin ke iklim yang lebih hangat biasanya menjadi sakit ketika kembali ke tempat asal," jelas Lukyanovsky.

"Hal ini tidak hanya disebabkan karena hawa dingin semata, namun karena hawa dingin ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh yang dapat memicu munculnya virus yang biasanya dapat dihalau oleh tubuh tanpa kita sadari," sambungnya.

Masalah yang terakhir ini tidak bisa dihindari namun pastikan tubuh berada dalam kondisi fit terus menerus agar tak mudah sakit. Dengan merawat diri secara tepat, kamu dapat terhindar dari penyakit yang mungkin muncul setelah menjalani liburan. [RWP]

Baca juga:
Benarkah Air Mineral Kemasan Bisa Kedaluwarsa?
Makan Sambil Berdiri Ternyata Bisa Buat Lidah Jadi Tak Peka
Antara Selada dan Kubis, Mana Sih yang Lebih Sehat?
Risiko Kanker Paru-Paru Perokok Pasif 2 Kali Lipat Dibanding yang tak Terpapar Rokok

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini