Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Duda berisiko meninggal 30 persen lebih tinggi daripada janda

Duda berisiko meninggal 30 persen lebih tinggi daripada janda Ilustrasi single. ©shutterstock.com/ETIENjones

Merdeka.com - Suami yang ditinggal mati istrinya berisiko meninggal tak lama setelah itu. Sementara itu, tidak dengan istri yang suaminya meninggal terlebih dahulu. Hal itu disampaikan oleh peneliti dari Rochester Institute of Technology.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail (23/10), seorang janda disebutkan tidak meningkatkan risiko meninggal setelah ditinggal suami karena dinilai lebih mandiri dan siap menerima kehilangan.

"Ketika istri meninggal, pria sering tidak siap menerimanya. Sebab mereka kehilangan penjaganya yang peduli secara fisik maupun emosional. Kehilangan dukungan itu pun mempengaruhi kesehatan pria yang menduda," tutur kepala peneliti, Profesor Javier Espinosa.

Profesor Espinosa tepatnya menganalisis data pasangan yang menikah antara tahun 1910-1930 ketika salah satu dari mereka meninggal duluan.

Selain ditinggal mati pasangan, rupanya anak yang meninggal terlebih dahulu juga mempengaruhi usia ibu. Terlepas dari sebab meninggal, jenis kelamin anak, status pernikahan, jumlah keluarga, pemasukan, dan pendidikan, ibu yang ditinggal mati anaknya berisiko ikut meninggal sebesar 133 persen.

Peneliti juga menduga penyebab kematian duda atau ibu yang kehilangan anaknya adalah akibat sindrom patah hati.

Kehilangan seseorang yang dikasihi membuat hormon stres meningkat drastis, termasuk adrenalin, yang mempersempit pembuluh darah arteri yang menyalurkan darah ke jantung. Demikian menurut penelitian lain dari University Clinic of Rostock yang baru satu minggu lalu diterbitkan.

Patah hati memang memberi dampak mendalam pada tubuh bagi sebagian orang. Bahkan salah satunya bisa meningkatkan risiko kematian. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP