Ajinomoto Indonesia memperkuat strategi digitalisasi literasi gizi dengan mengandalkan platform Dapur Umami sebagai kanal utama edukasi memasak sehat bagi keluarga Indonesia.
Momentum Hari Gizi Nasional dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan pergeseran pendekatan edukasi gizi dari metode konvensional menuju solusi berbasis teknologi yang mudah diakses dan berkelanjutan.
Melalui situs web dan aplikasi Dapur Umami, Ajinomoto menghadirkan ekosistem digital yang menggabungkan resep, edukasi gizi seimbang, serta panduan memasak praktis yang relevan dengan kebutuhan keluarga modern.
Platform ini dirancang untuk membantu pengguna mengambil keputusan memasak yang lebih sehat, tanpa mengorbankan rasa, di tengah gaya hidup serba cepat.
Digitalisasi ini memungkinkan literasi gizi menjangkau masyarakat lebih luas dan konsisten.
Selama lebih dari satu dekade, Dapur Umami berkembang menjadi rujukan daring bagi keluarga Indonesia dalam mencari inspirasi menu harian, sekaligus memahami pengolahan makanan yang lebih bijak, termasuk pengurangan konsumsi garam dan minyak.
Advertisement
Ajinomoto menilai dapur rumah tangga sebagai ruang strategis perubahan perilaku makan. Dengan pendekatan digital, edukasi gizi tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan hadir sebagai pendamping memasak harian yang adaptif terhadap preferensi dan kebutuhan pengguna.
Pendekatan ini diperkuat melalui Dapur Umami Studio, yang berfungsi sebagai hub offline-to-online. Berlokasi di Kantor Pusat PT Ajinomoto Indonesia, Jakarta Utara, studio ini menjadi ruang edukasi dan produksi konten yang kemudian didistribusikan secara digital.
Pengunjung, mulai dari komunitas memasak hingga pelaku UMKM, mendapatkan pembelajaran langsung dari chef berpengalaman yang selanjutnya dapat direplikasi oleh masyarakat luas melalui platform digital Dapur Umami.
“Hari Gizi Nasional menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kami dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat perubahan. Melalui Dapur Umami, kami ingin literasi gizi menjadi lebih dekat, praktis, dan relevan dengan kehidupan digital masyarakat saat ini,” ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communications PT Ajinomoto Indonesia dalam keterangannya, Selasa (27/1).
Digitalisasi literasi gizi ini berjalan seiring dengan inisiatif Ajinomoto Health Provider lainnya, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan inovasi produk dengan kandungan garam serta minyak yang lebih terkontrol.
Ajinomoto menilai pemanfaatan teknologi sebagai kunci untuk membangun kebiasaan makan sehat secara berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi generasi mendatang.