Begini Cara Udara Panas Pengaruhi Emosi Seseorang Sehingga Dia Mudah Marah

Kamis, 25 April 2019 19:06 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Cara Udara Panas Pengaruhi Emosi Seseorang Sehingga Dia Mudah Marah ilustrasi marah. cnpru.bsd.uchicago.edu

Merdeka.com - Ketika suhu udara meningkat, emosi yang kita miliki kadang juga ikut meningkat. Hawa gerah yang bercampur dengan keringat mengucur deras ternyata memang bisa menyebabkan munculnya masalah mental ini.

Nancy Molitor, seorang asisten profesor bidang psikiatri klinis dan perilaku di Northwestern University Feinberg School of Medicine, mengatakan bahwa kadar merkuri yang meningkat menyebabkan kepala seseorang panas. Cuaca yang panas, menurut Molitor, berkaitan dengan peningkatan agresivitas dan kekerasan, sekaligus menurunkan mood.

Hal lain yang disebabkan oleh cuaca panas, seperti sulit tidur, berkeringat, dan dehidrasi biasanya malah akan menambah penurunan mood dan menaikkan emosi seseorang. Jika hal ini dibiarkan dan tak bisa diatasi, maka emosi tersebut akan dilampiaskan pada orang lain dalam bentuk kemarahan.

Tak hanya marah, ada beberapa orang yang juga merasa depresi dan murung saat cuaca semakin panas. Sindrom yang banyak dialami saat musim panas ini disebut sebagai seasonal affect disorder (SAD).

"Orang yang mengalami SAD biasanya merasa sangat cemas saat musim panas, dan bahkan bisa berujung pada bunuh diri," kata Molitor pada Vitals.

Untuk mengatasi lonjakan emosi saat cuaca panas, Molitor menyarankan agar orang-orang tetap memenuhi cairan tubuh mereka dengan mengonsumsi cairan, sehingga tubuh mereka tetap segar. Jika ingin berolahraga, sebaiknya pilih waktu-waktu saat cuaca tak terlalu panas, seperti pagi dan sore hari.

Emosi yang muncul ketika hawa tengah panas merupakan sesuatu yang mungkin terjadi. Dengan sedikit perubahan pada gaya hidup, maka emosi yang muncul ketika hawa tengah panas ini bisa diredam. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini