8 Tanda yang Dikirimkan oleh Tubuh ketika Kita Harus Beristirahat dari Kesibukan

Kelelahan yang dialami oleh tubuh kadang tidak tampak wujudnya namun bisa menunjukkan tanda-tanda di tubuh.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
8 Tanda yang Dikirimkan oleh Tubuh ketika Kita Harus Beristirahat dari Kesibukan
Ilustrasi ibu hamil yang pusing. (Foto: Unsplash/Ivan Aleksic) (© 2024 Liputan6.com)

Keseharian yang penuh dengan tekanan dan tanggung jawab sering kali membuat kita melupakan pentingnya mengambil waktu untuk beristirahat. Meskipun tuntutan hidup semakin bertambah, tubuh kita selalu memiliki cara untuk memberi sinyal bahwa kita sudah terlalu jauh mendorong diri.

Tidak hanya fisik yang merasakan dampaknya, tetapi juga kesehatan mental. Mengabaikan tanda-tanda ini dapat menyebabkan burnout, kondisi yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai akibat dari stres kerja kronis yang tidak dikelola dengan baik.

Burnout bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Seringkali, kita tidak menyadari gejala fisik maupun psikologisnya hingga kondisi memburuk. Untuk mencegah hal ini, penting untuk mengenali tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh. Dilansir dari Your Tango, berikut delapan tanda yang menunjukkan bahwa tubuh Anda sudah terlalu lelah dan membutuhkan waktu istirahat.

1. Kelelahan Kronis

Jika setelah tidur malam penuh pun Anda tetap merasa lelah dan tidak bertenaga, ini adalah tanda jelas bahwa tubuh sedang dalam kondisi stres berat. Psikolog Herbert Freudenberger pertama kali mendefinisikan burnout pada tahun 1974 sebagai kelelahan akibat menuntut energi, kekuatan, dan sumber daya secara berlebihan. Kelelahan yang terus-menerus dan tidak dapat diatasi hanya dengan tidur menunjukkan bahwa tubuh Anda sudah melebihi batas kemampuannya.

“Jika Anda merasakan kelelahan yang berlarut-larut meskipun sudah tidur cukup, tubuh Anda jelas mengirimkan pesan bahwa waktunya untuk beristirahat,” demikian jelas Alexandra Blogier dalam tulisannya.

2. Masalah Pencernaan

Masalah gastrointestinal yang berulang seperti nyeri perut, mual, atau gangguan pencernaan sering kali berkaitan dengan stres. Sebuah studi tahun 2023 yang dipublikasikan dalam Journal of Psychosomatic Research menemukan bahwa gejala gastrointestinal sangat umum terjadi pada orang yang mengalami burnout.

Hal ini menunjukkan bahwa tubuh kita bereaksi terhadap stres dengan cara yang sangat fisik. Jika pengobatan tidak meredakan gejala-gejala tersebut, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda perlu mengurangi beban dan mengambil waktu untuk diri sendiri.

5 Penyebab Sakit Kepala yang Jarang Disadari, Salah Satunya Kelelahan
Ilustrasi ibu hamil yang pusing. (Foto: Unsplash/Ivan Aleksic) © 2024 Liputan6.com

3. Kabut Mental

Ketika Anda merasa sulit berkonsentrasi, mengingat hal-hal sederhana, atau mengalami kebingungan mental, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda berada dalam mode "bertahan hidup". Menurut Psychology Today, kabut mental adalah bentuk disfungsi kognitif yang sering terjadi akibat stres berkepanjangan.

Otak yang terus-menerus berada dalam mode siaga tidak mampu berfungsi dengan baik, dan ini dapat menghambat produktivitas. “Mengalami kabut mental sering kali menjadi indikasi bahwa Anda perlu menarik diri dari tekanan sehari-hari,” kata Blogier.

4. Rasa Mati Rasa Emosional

Burnout juga bisa memengaruhi hubungan emosional Anda dengan diri sendiri dan orang lain. Merasa tidak terhubung secara emosional atau acuh tak acuh terhadap pekerjaan dan lingkungan sekitar bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang berada di titik jenuh. Menurut survei American Psychological Association (APA) tahun 2021, sebanyak 32% pekerja merasa kelelahan secara emosional.

Pekerja di bidang kesehatan dan pendidikan, yang terlibat dalam pekerjaan berbasis komunitas, lebih rentan terhadap kondisi ini. Kehilangan semangat terhadap apa yang dulu membuat Anda termotivasi adalah salah satu sinyal terkuat yang diberikan tubuh untuk beristirahat.

5. Peningkatan Iritabilitas

Kemarahan atau frustrasi yang muncul lebih sering dari biasanya juga menjadi gejala burnout. Herbert Freudenberger mencatat bahwa burnout tidak hanya mempengaruhi fisik, tetapi juga emosi. Jika Anda merasa mudah tersinggung atau marah pada hal-hal kecil, ini bisa menjadi tanda bahwa stres yang Anda alami sudah berlebihan. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi performa kerja, tetapi juga hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar.

6. Kekhawatiran yang Berlebihan

Khawatir tanpa alasan jelas atau merasa gelisah terus-menerus adalah tanda lain bahwa tubuh Anda sudah mencapai batas. Kecemasan yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai gejala fisik seperti detak jantung cepat, napas pendek, dan daya tahan tubuh yang menurun. Jika Anda terus-menerus merasa khawatir, inilah saat yang tepat untuk berhenti sejenak dan mereset sistem saraf Anda.

Efek Kekurangan Zat Besi yang Bisa Dirasakan Tubuh, Bikin Gampang Lelah hingga Rambut Rontok Parah!
<p>Ilustrasi perempuan lelah. (c) Shutterstock/Monster Ztudio</p> @ 2024 merdeka.com

7. Sakit Kepala dan Nyeri Otot

Nyeri fisik seperti sakit kepala atau otot yang kaku sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh kita menyimpan stres. Menurut sebuah artikel dalam World Psychiatry, rasa sakit di bagian punggung, bahu, atau leher bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda tegang akibat stres yang tidak dikelola dengan baik. Jika Anda sering mengalami nyeri tanpa penyebab yang jelas, ini adalah peringatan dari tubuh untuk segera mengambil waktu istirahat.

8. Menurunnya Perawatan Diri

Burnout sering kali diiringi dengan depresi, yang pada gilirannya memengaruhi kemampuan kita untuk merawat diri sendiri. Jika Anda mulai mengabaikan kebutuhan dasar seperti makan dengan benar, tidur yang cukup, atau menjaga kebersihan diri, ini adalah sinyal bahwa Anda sudah terlalu lelah.

“Perawatan diri yang buruk bukan hanya tentang kecantikan, tetapi tentang memastikan kebutuhan fisik terpenuhi,” tulis Blogier.

Tubuh kita memiliki cara tersendiri untuk memberi tahu kapan waktunya berhenti dan beristirahat. Jika Anda merasakan satu atau lebih dari tanda-tanda ini, jangan abaikan. Mendengarkan tubuh dan mengambil waktu untuk beristirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi