Sistem hormon dan metabolisme memiliki peranan yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh.
Menurut I Gusti Ngurah Adhiarta, dokter spesialis penyakit dalam yang juga merupakan konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes di RS EMC Pekayon, ketika hormon tidak berfungsi dengan baik atau metabolisme melambat, tubuh dapat mengalami berbagai gangguan yang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Ketika produksi atau aktivitas hormon terganggu, keseimbangan tubuh pun dapat terganggu. Beberapa kondisi, seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme, sindrom metabolik, dan diabetes, merupakan contoh gangguan yang muncul akibat ketidakseimbangan hormon dan metabolisme.
Ketidakseimbangan ini dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Salah satu tanda yang paling umum adalah perubahan berat badan yang signifikan, baik penurunan maupun peningkatan, tanpa adanya penyebab yang jelas.
Selain itu, tubuh bisa memberikan sinyal lain yang menunjukkan adanya masalah pada sistem hormon dan metabolisme, seperti:
- Kelelahan yang berkepanjangan meskipun sudah cukup tidur dan beristirahat.
- Kesulitan tidur, seperti insomnia atau sering terbangun di malam hari.
- Perubahan suasana hati yang tidak menentu, seperti mudah cemas, marah, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas.
- Permasalahan pada kulit dan rambut, termasuk jerawat, kulit kering, atau rambut yang rontok.
- Penurunan kemampuan konsentrasi dan daya ingat.
- Perubahan nafsu makan dan sering merasa lapar.
- Fluktuasi suhu tubuh, sering merasa kedinginan atau kepanasan.
- Masalah pencernaan, seperti sembelit atau perut kembung.
"Jika gejala-gejala tersebut berlangsung lama, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang tepat," ujar I Gusti, mengutip laman EMC pada Minggu (26/10).
Advertisement
I Gusti menjelaskan lima fungsi utama dari sistem hormon dan metabolisme
I Gusti menjelaskan lima fungsi utama dari sistem hormon dan metabolisme, yaitu:
1. Mengatur Fungsi Organ Tubuh Hormon berfungsi sebagai "pesan kimia" yang mengoordinasikan aktivitas berbagai organ, termasuk jantung, ginjal, hati, dan sistem pencernaan agar dapat beroperasi sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2. Menjaga Keseimbangan Energi Melalui proses metabolisme, tubuh mengubah makanan menjadi energi. Hormon seperti insulin, tiroid, dan kortisol berperan dalam memastikan bahwa energi digunakan dan disimpan dengan cara yang efisien.
3. Mengontrol Pertumbuhan dan Perkembangan Hormon pertumbuhan (growth hormone) dan hormon reproduksi memiliki peranan penting dalam proses tumbuh kembang, pembentukan otot, serta regenerasi sel.
4. Menstabilkan Suasana Hati dan Stres Hormon seperti serotonin, dopamin, dan kortisol berfungsi dalam mengatur emosi, pola tidur, serta respons tubuh terhadap stres.
5. Menjaga Keseimbangan Internal Sistem hormon dan metabolisme bekerja sama untuk mempertahankan suhu tubuh, tekanan darah, kadar gula, dan keseimbangan cairan meskipun ada perubahan yang terjadi di luar tubuh. "Peran penting sistem hormon dan metabolisme sangat besar dalam menjaga agar tubuh tetap berfungsi dengan baik dan seimbang," ungkap I Gusti.
Advertisement
Deteksi dini sangatlah penting
Pemeriksaan darah dan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, khususnya konsultan endokrin, metabolik, dan diabetik, merupakan langkah penting untuk mendeteksi secara dini penyebab serta terapi yang tepat.
Menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme sangat krusial agar tubuh dapat berfungsi dengan optimal. Kedua sistem ini memiliki peran penting dalam mengatur energi, suasana hati, berat badan, dan daya tahan tubuh. Jika terjadi gangguan, gejala awal mungkin tampak sepele, seperti mudah merasa lelah, perubahan berat badan, atau masalah tidur. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Oleh karena itu, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika keluhan tersebut berlangsung dalam waktu lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pasien akan menerima evaluasi yang menyeluruh, edukasi mengenai kesehatan, serta rencana terapi yang dirancang sesuai dengan kondisi masing-masing. Penanganan yang tepat dan cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan memastikan kesehatan tetap terjaga.
Dengan demikian, perhatian terhadap gejala awal dan tindakan proaktif sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.