Politisi PDIP nilai parpol cenderung cari sosok populis di luar kader untuk Pilkada

Anggota komisi VIII DPR ini menganalogikan partai politik sebagai mesin pendulang suara saat pemilihan kepala daerah.

Muhammad Genantan Saputra
Politisi PDIP nilai parpol cenderung cari sosok populis di luar kader untuk Pilkada
Diah Pitaloka. ©2016 Merdeka.com

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Diah Pitaloka tak segan mengakui kecenderungan partai mencari sosok populis sebagai jagoan untuk pemilihan kepala daerah. Meskipun sosok itu bukan kader partai.

Dari situ dia melihat parpol lupa dengan misi untuk berperan aktif mensejahterakan rakyat. "Partai cenderung mencari sosok populis di luar kader," ujar Diah dalam catatan akhir tahun 2017 pada Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kawasan Setiabudi, Jakarta, Jumat (29/12).

Anggota komisi VIII DPR ini menganalogikan partai politik sebagai mesin pendulang suara saat pemilihan kepala daerah. Kaderisasi dilakukan dengan tujuan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Visi misi serta ideologi partai semakin bias. Dia berharap partai politik menyadari dan mengubahnya.

"Seluruh parpol di Indonesia tak hanya menjadi mesin pencari suara, tapi menjadi suatu konstruksi kepartaian yang lebih kuat," ujarnya.

"Parpol harus mempunyai tugas untuk mengantarkan pemimpin di tengah masyarakat yang rindu kesejahteraan," tambah Diah.

Rekomendasi