Gibran Bahas Makan Bergizi Gratis hingga Swasembada Pangan dalam Pertemuan Bilateral di Sela KTT G20 Afrika Selatan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membahas program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan swasembada pangan dalam pertemuan bilateral di sela KTT G20 Afrika Selatan, menarik perhatian dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gibran Bahas Makan Bergizi Gratis hingga Swasembada Pangan dalam Pertemuan Bilateral di Sela KTT G20 Afrika Selatan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membahas program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan swasembada pangan dalam pertemuan bilateral di sela KTT G20 Afrika Selatan, menarik perhatian dunia. (AntaraNews)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka aktif membahas sejumlah program prioritas pemerintah Indonesia. Diskusi ini berlangsung dalam serangkaian pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Agenda penting ini berlokasi di Johannesburg, Afrika Selatan, pada akhir pekan lalu.

Program-program yang menjadi sorotan utama meliputi inisiatif Makan Bergizi Gratis dan upaya mencapai swasembada pangan nasional. Gibran secara langsung menyampaikan poin-poin tersebut kepada para pemimpin negara yang hadir. Pertemuan ini merupakan bagian dari penugasan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

Pada hari pertama KTT G20, Sabtu (22/11), Wapres Gibran telah mengadakan pertemuan dengan pimpinan dari Ethiopia, Angola, Vietnam, dan Finlandia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral dan memperkenalkan visi pembangunan Indonesia di kancah global. Hasil dari diskusi ini akan segera ditindaklanjuti.

Pembahasan Program Prioritas dan Pertemuan Bilateral Gibran

Dalam keterangan pers di Johannesburg Expo Center, Gibran menjelaskan fokus diskusinya. "Kita sudah melakukan pertemuan dengan beberapa kepala negara," ujarnya pada Minggu (23/11). Ia menambahkan, "Saya sampaikan juga, pada saat rapat itu, pada saat pertemuan, program-program prioritas dari Bapak Presiden, misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, swasembada pangan, dan lain-lainnya."

Program Makan Bergizi Gratis, yang menjadi salah satu janji kampanye, mendapat perhatian khusus dalam pembahasan. Selain itu, strategi hilirisasi industri dan langkah-langkah menuju kemandirian pangan juga ditekankan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi isu-isu krusial bagi kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi.

Pertemuan bilateral yang dilakukan Gibran melibatkan beberapa pemimpin negara penting. Ia berdiskusi dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dan Perdana Menteri Vietnam Phạm Minh Chính. Selain itu, Gibran juga bertemu dengan Presiden Angola Joao Manuel Goncalves Lourenco serta Presiden Finlandia Alexander Stubb.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Gibran melaksanakan "pull aside meeting" ini. Pertemuan tersebut merupakan bagian integral dari agenda KTT G20. Ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi ekonomi dan politik global, khususnya di forum G20.

Tindak Lanjut dan Potensi Kerja Sama Internasional

Wapres Gibran menegaskan bahwa hasil dari seluruh pertemuan bilateral ini akan segera ditindaklanjuti. "Hasil rapat segera kita follow up dan kita laporkan ke Pak Presiden begitu nanti kita sampai di Tanah Air," jelasnya. Laporan ini akan menjadi dasar bagi langkah-langkah strategis pemerintah selanjutnya.

Menariknya, dua negara yang ditemui Gibran menunjukkan minat besar untuk mempererat hubungan dengan Indonesia. Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Angola dan PM Ethiopia berencana mengunjungi Indonesia pada tahun 2026. Kunjungan ini diharapkan dapat menjajaki peluang kerja sama, terutama di bidang pertanian.

"Terkait dengan pertemuan bilateral, baik dari Angola maupun Ethiopia, itu menyatakan keinginan untuk berkunjung ke Indonesia," kata Airlangga. Ia menambahkan, "Dan tadi disampaikan mungkin pada kesempatan pertama di tahun depan mereka ingin berkunjung ke Indonesia." Ini membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih erat dalam sektor-sektor vital.

Potensi kerja sama di bidang pertanian sangat relevan dengan upaya Indonesia mencapai swasembada pangan. Diskusi mengenai program Makan Bergizi Gratis juga dapat menjadi model atau inspirasi bagi negara lain. KTT G20 menjadi platform penting bagi Indonesia untuk memperluas jaringan dan memperkuat posisi di mata dunia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi