Fahri sebut kandidat muncul tiba-tiba biasanya hasil transaksi bukan kaderisasi

"Semua partai politik mulai memperkenalkan kandidatnya sejak awal harusnya rakyat diberi hak untuk mengetahui siapa yang akan memimpinnya," ujar Fahri.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Fahri sebut kandidat muncul tiba-tiba biasanya hasil transaksi bukan kaderisasi
Fahri Hamzah. ©2017 Merdeka.com

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyoroti proses pilkada yang akan segera dilakukan secara serentak tahun ini. Menurutnya proses pilkada sangat dinamis seperti permainan congklak.

"Karena kalau dilihat bagaimana penyelenggaraan pilkada ini betul-betul seperti orang main congklak penuh dengan misteri penuh dengan ketidakdugaan," kata Fahri di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).

Dia juga mendorong adanya pengenalan calon sedini mungkin. Sehingga tidak ada lagi calon yang muncul secara tiba-tiba karena proses transaksi politik dan bukannya secara kaderisasi.

"Semua partai politik mulai memperkenalkan kandidatnya sejak awal harusnya rakyat diberi hak untuk mengetahui siapa yang akan memimpinnya," ujarnya.

"Tiba-tiba banyak out of the clue, tiba tiba orang yang jadi kandidat. Dan pastinya jelek ya yang kita dengar dengar dia adalah hasil dari transaksi bukan kaderisasi," ungkapnya.

Tambahnya, rakyat punya hak untuk mengetahui pemimpin yang akan memimpinnya selama beberapa tahun ke depan. Karena, kata Fahri, pemimpin itu sebagai penentu nasib bagi masyarakat Indonesia.

"Rakyat punya hak untuk mengetahui siapa yang akan menentukan nasib sebagai pemimpin," tandasnya.

Rekomendasi