Ridwan Kamil mengaku tidak menemui kendala menuntaskan proses tes kesehatan yang digelar si RS Hasan Sadikin, Bandung, sebagai syarat dalam Pilgub Jabar.
Selama 10 jam tes kesehatan berlangsung, dia mengaku bisa melewatinya. Bahkan, 90 persen pertanyaan dalam tes psikologi bisa diisi.
"Ada banyak pertanyaannya. Saya jawab 90 persen, susah-susah gampang. Tidak mudah tapi bisa dilewati," katanya saat ditemui usai pemeriksaan, Kamis (11/1).
Dia mengaku, ada perbedaan pelaksanaan tes kesehatan yang dijalaninya tahun ini. Sewaktu mencalonkan diri sebagai walikota Bandung, lima tahun yang lalu pertanyaannya lebih sedikit, dan waktunya tidak terasa lama karena berlangsung selama dua hari.
"Kalau Pilwalkot itu tes kesehatannya dua hari. Sekarang (Pilgub) satu hari," ucapnya.
"Psikotesnya ditempatkan terakhir. Jadi agak lengleng (pusing), dites mikir mencocok-cocokan (gambar dalam tes psikologi)," lanjutnya.
Dia menilai, tes fisik jauh lebih mudah. Pasalnya, ia sudah terbiasa dengan olahraga. Apalagi, dengan umur yang relatif lebih muda di antara cagub lain menjadi keunggulan tersendiri bagi Emil.
"Sudah berlatih jogging. Tadi 15 menit (jogging) aman terkendali. Habis (tes kesehatan ini) tinggal konsolidasi (bersama koalisi). Mudah-mudahan tidak ada halangan dari kesehatan. Catatanya kan suka menjadi isu. Tapi kami kebetulan dari segi usia relatif lebih muda," pungkasnya.
Di tempat yang sama, bakal cawagub Uu Ruzhanul Ulum menyatakan optimistis bisa lolos dalam tes kesehatan. Bupati Tasikmalaya itu mengaku selalu menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola tidur yang baik dan teratur.
"Kalau begadang pasti biasanya karena kerjaan. Tapi saya imbangi dengan pola makan yang teratur," katanya usai melakukan pemeriksaan kesehatan.
Selain menjaga pola tidur, Uu pun mengaku rajin berolah raga, bersepeda dan tenis meja di setiap akhir pekan. "Mudah-mudahan saya lolos, sehingga tidak mengganggu proses pencalonan. Tadi lancar tes kesehatannya," katanya.
Dalam proses tes kesehatan, Uu mengaku memperoleh pengetahuan menyangkut perawatan gigi yang baik menurut dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Uu, dokter memberi masukan agar dirinya menggunakan sikat gigi yang berkualitas. Selama ini, dia mengaku menggunakan sikat gigi biasa.
"Selama ini saya pakai sikat gigi yang murah, yang dibelikan istri. Tapi kata dokter, ternyata harus pakai sikat gigi yang mahal, biar tidak merusak ke gusi," pungkasnya.