Maju Pilgub Jatim, Khofifah diminta mundur dari Ketua PP Muslimat NU dan Mensos

Bahkan, agar pasangan Gus Ipul-Anas menang, mereka meminta lawan beratnya, Khofifah Indar Parawansa segera mundur sebagai Menteri Sosial, juga dari Ketua Umum PP Muslimat NU.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Maju Pilgub Jatim, Khofifah diminta mundur dari Ketua PP Muslimat NU dan Mensos
Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur dukung Gus Ipul. ©2017 Merdeka.com/Moch. Andriansyah

Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) memutuskan akan mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas di Pilgub Jawa Timur 2018. Mereka mengaku akan all out memenangkan pasangan bakal calon gubernur (cagub)-Cawagub yang diusung PDIP dan PKB ini. Bahkan, agar pasangan Gus Ipul-Anas menang, mereka meminta lawan beratnya, Khofifah Indar Parawansa segera mundur sebagai Menteri Sosial, juga dari Ketua Umum PP Muslimat NU. "Alasan meminta mundur, karena memang ada aturannya di PBNU dan PWNU. Dan itu sudah di jumpa pers oleh Kiai Said (Ketum PBNU), sekaligus beberapa hari lalu, saya melihat di tv juga dilakukan oleh Kiai Mutawakkil (ketua PWNU Jatim)," kata Ketua FK3JT, Kiai Fahrur Rozi di Surabaya, Senin (23/10). Hanya saja, pernyataan Kiai Mutawakkil yang meminta Khofifah mundur dari jabatannya, dan Gus Ipul hanya non-aktif sebagai pengurus PBNU beberapa waktu lalu, dinilai Fahrur kurang tajam. "Menurut saya Kiai Mutawakkil karena beliau ketua PWNU, imbauan saya menurut saya kurang tajam. Kalau saya samakan dengan (ilmu) fiqih, imbauan itu namanya sunnah." "Sunnah tapi sunnah mu’akat, kalau diharap itu sunnah biasa. Yaitu sunnah yang mendekati wajib, makanya sekalian saja kami wajibkan Bu Khofifah mundur dari ketua Muslimat," sambungnya.Tak hanya mundur sebagai Ketum Muslimat NU, Gus Fahrur –sapaan Fahrur Rozi-- juga meminta Khofifah mundur sebagai Mensos. "Karena Mensos itu tugasnya memang berkunjung ke sana ke mari, menyampaikan bantuan, terutama ke Jatim," tegasnya. Beda Gus Ipul, beda Khofifah. Kalau dia minta Khofifah segera mundur, Fahrur justru tidak mewajibkan Gus Ipul mundur sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus sekaligus jabatan strukturalnya di PBNU."Gus Ipul, beliau wakil gubernur. Menurut saya tupoksinya tidak dipasrahi anggaran kemanusiaan langsung seperti Bu Khofifah. Beliau saya kira hanya sebagai seorang wakil gubernur yang tugasnya membantu gubernur, itupun apabila diminta, sehingga Gus Ipul menurut Kiai Kampung soal mundurnya bukan urgent, Bu Khofifah itu yang urgent," tandasnya.Fahrur menambahkan, pihaknya hanya menyoroti persoalan membawa amanah rakyat, bantuan, dan sebagainya. "Kan nuwon sewu (maaf), Bu Khofifah ada program mengentas kemiskinan di Madiun misalnya. Nah, beliau datang ke Madiun, kedatangannya karena dia resmi mendaftar calon gubernur dengan beliau sebagai Mensos, sangat-sangat kabur."FK3JT-pun meminta Khofifah segera melepas jabatannya. "Kalau imbauan sebelum beliau ke (daftar) KPU, kalau sudah ke KPU harus wajib. Saya harapkan sebelum, minimal sebelum deklarasi, minimal sudah harus mundur," tegasnya.

Rekomendasi