KPU DKI belum punya data pemilih korban penggusuran

KPU DKI belum punya data pemilih korban penggusuran. KPU DKI masih menggunakan data dari Kementerian Dalam Negeri terkait jumlah DPT pemilih DKI. Data tersebut merupakan hasil DPT pada Pilpres 2014.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
KPU DKI belum punya data pemilih korban penggusuran
Bentrok penggusuran Kampung Pulo. ©2015 Merdeka.com

Ketua Pokja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU DKI Jakarta Muhammad Sidik mengaku belum memiliki data pemilih korban penggusuran yang direlokasi ke sejumlah rumah susun (rusun). Saat ini pihaknya masih menggunakan data dari Kementerian Dalam Negeri terkait jumlah DPT pemilih DKI. Data tersebut merupakan hasil DPT pada Pilpres 2014.

"KPU belum punya data yang menjadi korban gusuran. Kalau data yang kita punya itu berasal dari Kemendagri dan itu belum bersih," kata Sidik di Kantor KPU DKI Jakarta Jalan Salemba Raya No 15 Jakarta Pusat, Jumat (16/9).

Untuk memperbaharui jumlah pemilih yang memiliki hak suara, pihaknya saat ini tengah melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Tak kurang dari 26.392 petugas telah diterjunkan untuk mendatangi tiap rumah dan rumah susun. Apakah sudah sesuai dengan alamat rusun atau masih menggunakan alamat rumah sebelum direlokasi.

"Makanya kami menerjunkan pasukan untuk melakukan pemutakhiran data. Kalau dia pindah ke rusun ya dicari di rusun mana dan dicocokkan datanya. Kalau sudah e-KTP sudah busa tapi kalau belum e-KTP itu yang sulit," terang Sidik.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk memenuhi hak pilih warga DKI dalam pemilihan gubernur 15 Februari 2017 mendatang.

"Prinsipnya selama dia warga DKI kita akan akomodir untuk melakukan pemenuhan hak pilih dalam Pilgub DKI," tutupnya.

Rekomendasi