Sejumlah anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar pimpinan Agung Laksono dipecat dari partai berdasarkan Munas IX di Nusa Dua, Bali. Bahkan, empat anggota DPR Fraksi Golkar yang mbalelo atau menentang Aburizal Bakrie (Ical) akan segera di PAW dan diganti dengan orang-orang Ical."Sesuatu yang sudah pasti sesuai AD ART tidak perlu melalui sidang komisi," kata orang dekat Ical, Nurdin Halid yang juga Ketua SC Munas IX Partai Golkar, Rabu (3/12).Partai Golkar merupakan partai besar dan tergolong tua dibandingkan dengan partai politik lain. Kreatifitas, manuver dan pola pikir kader-kader partai menjadi terasah ketika ruang demokrasi di partai berlambang beringin itu dibuka.Tetapi, beda dengan sekarang yang mana Ical melanggengkan kepemimpinannya dengan strategi main pecat. Kubu Agung dan kader yang menentang Ical, ditendang dari Partai Golkar."Di situ tegas, pertama melanggar AD ART, seorang kader diberhentikan karena melanggar AD ART, melanggar keputusan Rapimnas. Jadi pelaggaran mereka jelas tadi, menolak Munas, melakukan tindakan yang menciptakan partai negatif," dalih Nurdin.Sepanjang sejarah, belum ada ketua umum Partai Golkar yang menjabat dua periode. Kali ini Golkar dipastikan bakal mencetak rekor baru dan melanggengkan kepemimpinan Ical selama dua periode. Walaupun sejumlah pihak menyebut ada skenario dan rekayasa besar untuk memuluskan Ical kembali menjabat ketua umum Partai Golkar.Ada sembilan kader-kader Partai Golkar yang dipecat dalam Munas IX ini. Di antaranya, Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agun Gunanjar, Agus Gumiwang Kartasasmita, Leo Nababan, Laurens Siburian, Nusron Wahid, Yorrys Raweyai dan Zainudin Amali.
Anggota DPR Fraksi Golkar yang mbalelo akan diganti loyalis Ical
Loyalis Ical sebut manuver Agung buat Golkar jadi partai negatif.
Advertisement
Rekomendasi