Ajang debat keempat yang diikuti calon wakil presiden (cawapres) bakal digelar besok Minggu (29/6). Kedua kandidat, Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla (JK), bakal beradu pendapat dalam tema ilmu pengetahuan dan teknologi.Namun, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi berharap bisa melihat kedua kandidat itu bisa saling serang dalam debat besok. Dia merujuk kepada debat calon presiden ketiga antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto kemarin. Sebab menurut dia hal itu penting dilakukan buat menunjukkan sejauh mana kemampuan dan ketajaman program para kandidat."Debat lalu terlihat koridor saling serang. Debat besok referensinya ke debat capres ketiga. Ada diferensiasi dan mempertanyakan rekam jejak lawannya. Ini penting. Kalau cuma penyampaian visi misi soal iptek saya lihat seperti cerdas cermat," kata Burhanuddin kepada awak media selepas acara diskusi, di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (28/6).Menurut Burhanuddin, isu iptek sebenarnya sangat seksi diperdebatkan asal kedua pihak berani mempertanyakan program dan visi masing-masing, termasuk menanyakan rekam jejak pernah dibuat di masa lalu."Ini mempertajam dan mengelaborasi kelemahan lawan itu. Menanyakan apa yang telah mereka lakukan dulu dan yang akan datang," ujar Burhanuddin.Burhanuddin sangat berharap dalam debat calon wakil presiden besok bisa benar-benar menggugah. Sebab jika terjadi sebaliknya maka dia khawatir ajang debat seperti itu tidak ada gunanya buat disimak, apalagi buat menarik minat para pemilih mengambang. Menurut dia, tiga ajang debat lalu tidak terbukti bisa mengerek tingkat keterpilihan kedua pasangan calon."Enggak banyak pengaruh elektabilitas. Debat itu seperti khotbah di depan orang banyak. Tidak terlalu signifikan di kalangan swing voters. Belum punya pengaruh banyak," lanjut Burhanuddin.
Jelang debat cawapres, Hatta dan JK diharapkan mau saling serang
Isu debat cawapres keempat yang mengangkat tema iptek tersebut dinilai seksi dan tak hanya melulu penyampaian visi misi.
Advertisement
Rekomendasi