Peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran kehadirannya pada acara pengambilan nomor urut dan penetapan capres-cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ikrar menegaskan kedatangannya 1 Juni lalu tak ada unsur politik."Pertanyaan Bawaslu atas kehadiran saya di KPU sebagai bentuk dukungan, saya jawab tidak. Saya diundang mereka sebagai peneliti," kata Ikrar Nusa Bakti di kantor Bawaslu, Kamis (5/6).Ikrar mengungkapkan secara pribadi berkeinginan menghadiri acara tersebut. Sebagai peneliti, dia ingin menyaksikan langsung peristiwa penting dalam perpolitikan nasional."Saya diundang tapi memang pengen banget. Sebagai peneliti politik, saya benar-benar ingin datang untuk mendapatkan kesan yang 100 persen," terang dia.Masih menurutnya, dia juga membantah dugaan ikut dalam tim pemenangan pasangan Jokowi - JK. Kehadirannya di media center kubu pasangan Jokowi - JK sebagai peneliti saja."Boleh dicek dan ditanyakan langsung, nama saya tidak berada di tim yang berada di Jalan Cemara maupun di Jalan Jenggala. Saya hadir di sana dalam kapasitas sebagai peneliti," pungkasnya.
Dipanggil Bawaslu, ini pembelaan Ikrar Nusa Bakti
"Pertanyaan Bawaslu atas kehadiran saya di KPU sebagai bentuk dukungan, saya jawab tidak," kata Ikrar.
Advertisement
Rekomendasi