IPDN sebut 5 praja putri hanya kecipratan tanah liat

"Minggu itu kan hujan suasana becek. Terciprat itu mata kena iritasi dari tanah liat," kata Benhard.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
IPDN sebut 5 praja putri hanya kecipratan tanah liat
Pelantikan Praja IPDN. ©2013 Merdeka.com

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang Jawa Barat, menyebut lima praja putri yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mata Cicendo Bandung hanya kecipratan tanah liat. Padahal RS Cicendo memastikan bahwa kelimanya terkena cairan asam hingga mengalami trauma di mata."Itu tidak benar soal penyiraman air keras, mereka hanya terciprat lumpur dan tanah liat," kata Kabag Humas dan Protokol IPDN Jatinangor Bisri di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (29/4).Lima nama praja putri tingkat II itu adalah Mutia Pratama, Indira Afriani, Nurul Riza Dian Purna Sari, dan Fungki Sandi. Kelimanya pada Minggu 27 April tengah mengikuti kegiatan 'Jalan Juang' di Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung.Sesudah kegiatan ia mengaku bahwa para peserta larut dalam kebahagiaan sehingga saling mencipratkan lumpur."Minggu itu kan hujan suasana becek. Terciprat itu mata kena iritasi dari tanah liat. Dan itulah yang kemudian kami bawa ke klinik (kampus) lalu ke rumah sakit AMC dan kemudian ke Rumah Sakit Cicendo untuk dibersihkan," kata Kepala Biro Kemahasiswaan Bernhard.Dia berdalih para prajanya tidak mungkin membawa air keras untuk kegiatan tersebut. "Kalau di kampus para praja bahan kimia itu untuk apa coba?," terangnya.Dia meminta agar kasus tersebut dispekulasi. Kegiatan tersebut juga menurutnya untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap kampus. Kegiatan itu juga untuk mengukur rasa kebersamaan sekaligus menekan emosi praja untuk bisa menaklukkan Gunung Manglayang.Saat ini menurut dia, kondisi kelimanya sudah berangsur membaik dan kembali beraktivitas.

Rekomendasi