Soekarno: Politik untuk mengisi kemerdekaan itu suci

Politikus senior PDI Perjuangan, Sabam Siarit berniat menuliskan buku soal pandangan politik Bung Karno.

Aryo Putranto Saptohutomo
Soekarno: Politik untuk mengisi kemerdekaan itu suci
Soekarno. ©Deppen/Cindy Adams

"Bila memperjuangkan kemerdekaan itu adalah politik, maka politik itu suci. Bila mengusir penjajah, mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan itu adalah politik, maka politik itu suci."Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Siarit, dengan mengutip pandangan Bung Karno .Dalam waktu dekat ini, Sabam Sirait akan meluncurkan buku berjudul Politik Itu Suci. Ini adalah buku ketiga Sabam setelah sebelumnya menulis buku berjudul Mengerti Demokrasi dan Meniti Demokrasi Indonesia."Jadi di antara dasar saya mengatakan dan menulis buku Politik itu Suci, adalah perkataan Bung Karno bahwa memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu adalah politik," kata Sabam.Namun, lanjut Sabam, bukan hanya Bung Karno saja. Ada tokoh dunia lain, yang juga mengatakan hal serupa. Misalnya Martin Luther King dan Nelson Mandela. Saat ia bertemu dengan Nelson, tokoh anti-apartheid itu mengatakan kepadanya bahwa perjuangan menghapus diskriminasi rasial dan mengusir penjajah itu juga perjuangan politik.Hal yang serupa juga dikatakan Martin Luther King dalam upaya menghapus diskriminasi di Amerika SerikatLebih dari itu, Sabam juga, dalam hal mengatakan politik itu suci, terinspirasi oleh John Calvin, yang merupakan murid dari Martin Luther dan hidup di abad 16."Pandangan-pandangan mereka itu menjadi dasar bagi saya menulis Politik itu Suci," ungkap Sabam.Lebih lanjut, Sabam mengatakan bahwa peluncuran buku ini akan dilaksanakan pada 10 November mendatang, bertepatan dengan Hari Pahlawan.Pada dasarnya, politik itu suci. Perilaku para politikus lah yang kemudian menjadikan politik itu kotor. Misalnya dengan perilaku korup, curang atau menipu."Tugas kita adalah mengembalikan politik itu menjadi suci. Memang tidak mudah, namun cita-cita itu, idealisme itu, harus diperjuangkan terus menerus," kata Sabam Sirait.Dalam waktu dekat ini, Sabam Sirait akan meluncurkan buku berjudul Politik Itu Suci. Ini adalah buku ketiga Sabam setelah sebelumnya menulis buku berjudul Mengerti Demokrasi dan Meniti Demokrasi Indonesia.Menurut Sabam, perjuangan mengembalikan politik kembali menjadi suci adalah perjuangan yang tidak boleh padam. Boleh jadi, dalam konteks perpolitikan nasional, perjuangan ini akan berhasil. Bisa juga perjuangan ini akan gagal di tengah himpitan pragmatisme politik. Atau, cita-cita ini baru berhasil setelah sekian tahun disuarakan."Kita tidak boleh lelah. Harus terus berjuang. Bung Karno dan Tan Malaka, juga sejak awal sudah mengatakan Menuju Indonesia Merdeka atau Mencapai Indonesia Merdeka. Tapi Kemerdekaan baru dicapai beberapa tahun kemudian. Intinya tidak boleh lelah menggapai cita-cita," ungkap Sabam.Sabam memberi contoh lain. Ide dasar perjuangan bangsa Perancis dan negara Amerika Serikat terangkum dalam tiga kata; liberty, egality, fraternity. Namun cita-cita kebebasan, persamaan dan persaudaraan ini belum tercapai sempurna, dan masih terus diperjuangkan."Obama menjadi Presiden Amerika juga setelah puluhan tahun Martin Luther King bicara anti-diskriminasi kulit. Sekali lagi, jangan pernah lelah dalam berjuang, memperjuangkan idealisme," tandasnya.

Rekomendasi