Pemerintah Pastikan Penambahan Volume LPG 3 kg Jelang Nataru 2025/2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan adanya penambahan volume LPG 3 kg bersubsidi untuk menjaga ketersediaan pasokan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan pemerintah akan menambah volume LPG bersubsidi 3 kilogram. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Keputusan penting ini telah disepakati dalam rapat koordinasi tingkat tinggi.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria. Pertemuan ini secara khusus membahas kesiapan pasokan energi nasional, terutama fokus pada LPG bersubsidi. Tujuannya adalah menghindari potensi kelangkaan.
Bahlil Lahadalia menekankan bahwa kesiapan pasokan energi harus menjadi perhatian utama pemerintah. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan atau kelangkaan bahan bakar selama masa liburan akhir tahun yang padat. Ini merupakan upaya antisipatif pemerintah.
Kesepakatan Penambahan Volume LPG 3 kg
Pemerintah telah menyepakati adanya peningkatan volume LPG bersubsidi dari angka sebelumnya. Volume yang disetujui naik dari sekitar 8,2 juta metrik ton menjadi antara 8,4 hingga 8,5 juta metrik ton. Angka pasti akan disesuaikan dengan kebutuhan.
"Kemarin kami melakukan rapat dengan Menteri Keuangan Pak Purbaya dan Kepala BUMN Pak Doni Oskaria untuk membahas tentang subsidi LPG menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Karena harus kita pastikan semuanya harus clear," ujar Bahlil. Pernyataan ini disampaikannya usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya bertemu dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa, 25 November. Pertemuan tersebut secara spesifik membahas kecukupan pasokan elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) untuk kebutuhan Nataru. Fokus utama adalah memastikan tidak ada hambatan distribusi.
Proyeksi Kebutuhan dan Kebijakan Subsidi
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa kuota LPG 3 kg untuk tahun 2025 dipatok sebesar 8,17 juta metrik ton. Angka ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi yang tercatat pada tahun 2024. Namun, proyeksi kebutuhan aktual menunjukkan angka yang berbeda.
Berdasarkan prognosa terbaru, kebutuhan riil LPG 3 kg diperkirakan mencapai 8,5 juta metrik ton. Oleh karena itu, terdapat penambahan kuota sekitar 0,37 juta metrik ton. Jumlah ini setara dengan sekitar 370 ribu ton tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dwi Anggia menegaskan, "Ada penambahan (kuota) kan over 0,37 juta (metrik ton) atau sekitar 370 ribuan lah." Penambahan ini krusial untuk menyeimbangkan antara kuota yang ditetapkan dan proyeksi konsumsi. Ini juga menunjukkan respons pemerintah terhadap dinamika pasar.
Meskipun ada koreksi dan penambahan kuota, pemerintah memastikan tidak akan ada penambahan subsidi. Kebijakan ini diambil karena harga LPG saat ini masih berada di bawah acuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini menjaga stabilitas fiskal negara.
Sumber: AntaraNews