Pemberdayaan Perempuan Kunci Utama Putus Rantai Kekerasan terhadap Anak, Tegas F-PKB MPR RI
Ketua F-PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menekankan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi strategi krusial untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Simak langkah-langkah strategisnya.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan kunci strategis. Hal ini sangat penting untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia.
Pernyataan penting tersebut disampaikan Eem dalam forum dialog bertajuk "Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Multisektoral, Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi". Acara ini diselenggarakan di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Kamis (12/3), dihadiri oleh berbagai pihak.
Menurutnya, perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat serta masyarakat yang sehat dan harmonis. Ketika perempuan memiliki akses yang memadai terhadap pendidikan, ekonomi, dan ruang pengambilan keputusan, potensi kekerasan dapat ditekan secara signifikan.
Urgensi Pemberdayaan Perempuan dalam Menekan Angka Kekerasan
Neng Eem menyoroti data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang menunjukkan ribuan kasus kekerasan masih terjadi setiap tahun. Berbagai bentuk kekerasan, seperti fisik, psikologis, seksual, hingga digital, terus menjadi ancaman serius yang memerlukan perhatian mendalam.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa upaya pencegahan dan perlindungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Negara dituntut untuk hadir tidak hanya melalui regulasi yang kuat, tetapi juga dengan penguatan sistem sosial yang mampu melindungi perempuan dan anak secara komprehensif.
Memutus mata rantai kekerasan ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi. Diperlukan kolaborasi dari semua elemen bangsa, termasuk masyarakat, pemerintah, dan organisasi, untuk menciptakan ruang yang aman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak.
Langkah Strategis F-PKB MPR RI untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
Sehubungan dengan urgensi ini, F-PKB MPR RI berkomitmen untuk terus mendorong penguatan nilai-nilai konstitusi. Nilai-nilai ini secara fundamental menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai bagian integral dari masyarakat.
Komitmen ini diwujudkan melalui beberapa langkah strategis yang terstruktur dan terencana. Langkah-langkah ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, adil, dan setara bagi seluruh warga negara, khususnya perempuan dan anak.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi fokus utama dalam upaya ini, melibatkan pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, dan media massa. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan perlindungan yang efektif.
Forum dialog di Gedung MPR RI menjadi bukti nyata komitmen ini, dengan dihadirkannya berbagai narasumber. Acara tersebut turut menghadirkan narasumber dari Komisi Penyiaran Indonesia, Fatayat Nahdlatul Ulama, dan Asosiasi Pengusaha Kecil dan Menengah Mikro Nusantara (Apimsa), menunjukkan pendekatan multisektoral.
Beberapa langkah strategis yang didorong F-PKB MPR RI meliputi:
- Penguatan kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan dan anak.
- Peningkatan akses pendidikan dan literasi kesetaraan gender.
- Pemberdayaan ekonomi perempuan untuk mencapai kemandirian.
- Penguatan perlindungan berbasis keluarga dan komunitas.
- Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, dan media.
Sumber: AntaraNews