Ketum PPP sebut isu Jokowi PKI sengaja dibuat pada 2014 demi kepentingan Pilpres

Selasa, 17 April 2018 10:37 Reporter : Sania Mashabi
Ketum PPP sebut isu Jokowi PKI sengaja dibuat pada 2014 demi kepentingan Pilpres Ketum PPP Romahurmuziy. ©2018 Merdeka.com/Nuryandi

Merdeka.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengimbau pada semua kadernya untuk membantu menetralisir isu komunis yang kerap menjadi bahan serangan ke Presiden Joko Widodo ( Jokowi). Menurut pria yang biasa disebut Gus Rommy ini isu tersebut sengaja dibuat dan mulai disebarkan untuk kepentingan Pilpres 2014 lalu.

"Isu komunis itu buatan, mulai dan hanya untuk kepentingan Pilpres 2014 serta disebarkan masif pertama kali oleh Tabloid Obor Rakyat yang disebar ke pondok-pondok pesantren dan masjid seluruh Indonesia," kata Romi dalam keterangannya, Selasa (17/4).

Rommy mengaku tahu persis bahwa isu itu disebarkan demi kepentingan Pilpres 2014. Sebab, pada Pilpres 2014, PPP berada di Tim Pemenangan pasangan calon Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Dia juga menegaskan isu PKI sebelumnya tidak pernah menimpa Jokowi. Salah satu contohnya pada saat Pemilihan Walikota Solo 2010. Kala itu, Partai Gerindra, PKS dan PAN bergabung bersama PDIP mengusung Jokowi.

"Saat Gerindra, PKS, dan PAN bersama PDIP mengusung Jokowi sebagai walikota Solo 2010, tidak pernah ada isu PKI," ucapnya.

Pihaknya menegaskan tak pernah memproduksi isu tersebut buat menyerang Jokowi. Sebab, PPP sebelumnya selalu berhadapan dengan Jokowi di Pilkada Solo 2005 dan 2010, di Pilgub DKI 2012, serta di Pilpres 2014. Jika pihaknya yang memproduksi isu tersebut, tentu sudah dikeluarkan saat Pilkada Solo 2005, 2010 dan Pilgub DKI 2012.

"Posisi politik PPP selalu berhadapan dengan Jokowi, baik Pilwali Solo 2005, Pilwali Solo 2010, Pilgub DKI 2012, dan Pilpres 2014. Artinya, jelas-jelas kita tidak dalam posisi memproduksi isu itu. Kalau kita yang memproduksi itu, pasti sudah kita lakukan pada 2005, 2010 dan 2012 sebagai pihak yang jelas berhadapan," katanya.

Rommy berharap agar para kader PPP mengerti dan tak lagi berpikiran bahwa Jokowi menganut paham komunis. Jokowi dalam pandangan PPP adalah sosok yang pekerja keras dengan kepribadian bersahaja.

"Kita perlu menjelaskan agar kader-kader PPP yang masih disesatkan orang dengan pemahaman bahwa Jokowi itu berbau komunis, mendapat penjelasan yang rasional bahwa dukungan PPP ke Jokowi 2019 murni karena pribadinya yang bersahaja, berangkat dari dan dekat dengan rakyat, kinerjanya nyata terukur dan jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan komunis," katanya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini