Wisatawan Tersambar Petir di Lumajang: Satu Meninggal Dunia, Sembilan Luka-Luka
Sepuluh wisatawan tersambar petir di dua pantai selatan Lumajang, Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya luka-luka, memicu peringatan akan cuaca ekstrem.
Sepuluh orang wisatawan yang sedang menikmati liburan di Pantai Watu Pecak dan Pantai Bambang, objek wisata pantai selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tersambar petir pada Sabtu (28/3) sore. Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka, dengan satu korban masih dalam kondisi koma.
Peristiwa nahas ini terjadi saat hujan deras disertai petir melanda Kecamatan Pasirian, tempat kedua pantai tersebut berada. Para wisatawan yang awalnya berlibur terpaksa mencari tempat berteduh untuk menghindari cuaca buruk yang datang tiba-tiba. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menjadi pemicu utama insiden mematikan ini.
Kasubsi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Multimedia (PIDM) Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi kejadian ini berdasarkan laporan dari Polsek Pasirian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama saat berada di area pantai selatan Lumajang yang rentan.
Kronologi Insiden di Pantai Bambang
Di Pantai Bambang, delapan wisatawan awalnya sedang menikmati keindahan pantai sebelum hujan deras disertai petir datang. Mereka kemudian memutuskan untuk berteduh di sebuah pondok terpal yang mereka buat sendiri di kawasan wisata tersebut. Namun, tak lama berselang, petir menyambar tenda tempat mereka berlindung.
Akibat sambaran petir tersebut, para korban mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya tidak sadarkan diri. Petugas keamanan dan panitia setempat segera bertindak cepat membawa korban ke Puskesmas Pasirian dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari delapan korban di Pantai Bambang, satu orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Alvin (23) warga Desa Candipuro. Satu korban lainnya, Radit, yang juga warga Desa Candipuro, masih dalam kondisi koma dan dirujuk ke RSUD Pasirian. Enam korban lainnya hanya mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Pasirian.
Para korban luka ringan tersebut antara lain Riyanto (25), Tomi (22), dan Dadang (25) dari Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Selain itu, Junaidi (22) dan Sutikno (23) dari Desa Sumberejo-Kecamatan Candipuro, serta Fagis Gama (24) dari Desa/Kecamatan Candipuro juga termasuk di antara mereka yang terluka.
Insiden di Pantai Watu Pecak dan Imbauan Kewaspadaan
Sementara itu, di Pantai Watu Pecak, dua korban tersambar petir adalah seorang kakek dan cucunya yang memiliki warung di sisi barat pantai. Petir tiba-tiba menyambar di sekitar pondok warung mereka, menyebabkan kedua korban terkejut dan langsung pingsan. Keduanya segera dilarikan ke RSUD Pasirian untuk penanganan lebih lanjut.
Menyikapi serangkaian insiden ini, Ipda Suprapto dari Polres Lumajang mengimbau seluruh wisatawan dan masyarakat agar senantiasa mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja di wilayah pantai selatan Lumajang. Penting bagi setiap individu untuk mencari tempat yang aman dan berlindung saat kondisi cuaca memburuk.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan bahaya petir, terutama di area terbuka seperti pantai. Kewaspadaan dan kesadaran akan kondisi cuaca sangat krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews