Viral TNI Sabet Remaja saat Diamankan karena Perang Sarung, Begini Endingnya
Para remaja tersebut diduga hendak melakukan aksi perang sarung yang kerap terjadi saat bulan Ramadan.
Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah remaja diamankan anggota TNI di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, viral di media sosial. Para remaja tersebut diduga hendak melakukan aksi perang sarung yang kerap terjadi saat bulan Ramadan.
Dalam rekaman itu, terlihat anggota TNI menyabetkan sarung kepada para remaja yang diamankan. Tindakan tersebut disebut sebagai bentuk peringatan agar mereka merasakan langsung dampak dari sarung yang rencananya akan digunakan untuk tawuran.
Viral dan Jadi Sorotan
Dalam video yang beredar, seorang anggota TNI terdengar menegur para remaja sambil menyabetkan sarung.
"Tujuanmu apa? Enak enggak kira-kira? Sebelum kamu memakai mukulin orang, enak enggak kira-kira? Enak enggak? Kepalamu? Tanganmu? Enak enggak?," ujar salah seorang anggota TNI sambil menyabetkan sarung tersebut kepada para remaja yang diamankan, Jumat (27/2).
"Sakit pak," jawab remaja usai terkena sabetan.
"Sakit? Kenapa kamu pakai buat perang sarung? Eh? Awas! Kenapa? Awas! Eh? Kenapa? Eh? Enak enggak kira-kira?," ujar anggota TNI.
Dalam potongan video lain, salah satu remaja disebut melotot saat menerima teguran.
"Kamu ngepil ya kamu?," tanya salah satu anggota TNI.
"Enggak pak," jawab remaja.
"Kamu ngepil pasti," tanya kembali anggota TNI.
"Enggak pernah pak sumpah," jawab remaja.
"Kamu mecicil (melotot) aja begitu," ujar anggota TNI.
"Saya enggak mecicil pak sumpah, ampun pak," jawab remaja itu.
Kadispenad: Sudah Dimediasi dan Selesai
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono memastikan persoalan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sudah dimediasi, sudah selesai," ujar Donny saat dihubungi merdeka.com.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut tidak berlanjut dan telah ditangani melalui mediasi antara pihak terkait.
Orangtua Terima Kasih, Remaja Minta Maaf
Pasca kejadian, salah satu orangtua remaja menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat anggota TNI yang mencegah terjadinya tawuran.
"Kami selaku orangtua mengucapkan terima kasih kepada Bapak TNI yang sudah mencegah terjadinya perang sarung kemarin. Kami sebagai orang tua sangat terbantu dan lebih tenang atas perhatian dan penanganan yang diberikan Bapak TNI," ujar salah seorang ibu.
Sementara itu, salah satu remaja yang terlibat juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Kami menyesali atas kejadian perang sarung kemarin dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, serta memohon maaf kepada masyarakat dan Bapak TNI atas perbuatan kami. Kami berterima kasih kepada Bapak TNI yang sudah mengingatkan kami, dan itu sebagai pelajaran agar tidak mengulanginya lagi," ujarnya.
Kronologi Kejadian
Salah satu warga, Sukowidodo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026, di depan rumah warga bernama Wihadi.
"Memastikan bahwasanya pada hari Selasa tanggal 24 yaitu kenakalan remaja perang sarung. Setelah kami mendengar ada keributan, kami dan warga langsung berbondong-bondong untuk melihat dan memastikan terjadi perang sarung yaitu kami langsung menelepon Pak Babinsa Koramil Kuwarasan," ujarnya.
Menurutnya, respons aparat sangat cepat setelah laporan disampaikan.
"Dan setelah menelepon, Alhamdulillah dengan sergap Pak Babinsa Koramil Kuwarasan yaitu Pak Ratno dan Pak Jumadi langsung datang ke sini. Setelah datang, kami bersama-sama untuk mengamankan, dan Alhamdulillah kejadian tersebut bisa diamankan bersama," sambungnya.
Setelah situasi terkendali, para remaja langsung diantar pulang ke rumah masing-masing.
"Dan setelah kejadian tersebut, setelah diamankan, langsung Pak Babinsa langsung mengamankan anak-anak dan diantarkan pulang ke rumahnya masing-masing. Terima kasih untuk Pak Babinsa Kuwarasan telah dengan sigap, sergap mengatasi masalah tersebut. Terima kasih untuk ke depannya, semoga patroli tetap dilaksanakan," katanya.
Wihadi menambahkan bahwa lokasi perang sarung berada sekitar 100 meter di sebelah selatan Desa Waja.
"Saya menambahkan sedikit untuk lokasi perangnya ya, berdasarkan informasi dari yang melihat situasi, sekitar 100 meter sebelah selatan dari Desa Waja ini, yang kemudian sama mas-mas warga Dusun Waja ini dilaporkan langsung ke Babinsa Koramil Kuwarasan untuk kemudian diamankan," pungkasnya.
Peristiwa ini pun dipastikan telah selesai melalui mediasi, sekaligus menjadi pengingat bagi para remaja untuk tidak kembali melakukan aksi serupa yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.