Turap Longsor Srengseng Sawah: 20 Petugas Gabungan Tangani Dampak Hujan Deras
Sebanyak 20 petugas gabungan dikerahkan untuk menangani turap longsor di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, yang terjadi akibat hujan deras dan berdampak pada satu rumah warga.
Jakarta, 23 Januari 2026 – Sebanyak 20 petugas gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan penanganan sementara terhadap turap saluran penghubung (Phb) Kalibaru yang longsor. Kejadian ini berlokasi di Jalan Johar RT 02/05, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan dilaporkan terjadi pada Jumat malam.
Informasi mengenai insiden turap longsor ini diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Jakarta Selatan sekitar pukul 18.00 WIB. Penanganan darurat langsung dilakukan oleh tim gabungan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut dan memastikan keamanan warga sekitar.
Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, menjelaskan bahwa longsornya turap sepanjang kurang lebih lima meter ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun dalam waktu lama. Kondisi ini menyebabkan debit air di saluran Phb Kalibaru meningkat drastis, hingga akhirnya turap tidak mampu menahan tekanan air.
Penanganan Darurat dan Dampak Longsor
Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Muhammad Nur, menyatakan bahwa penanganan sementara akan terus dilakukan hingga malam hari. Fokus utama adalah menyingkirkan puing-puing reruntuhan turap yang menutupi sebagian aliran air, sekaligus memastikan area terdampak aman untuk proses lanjutan.
Insiden turap longsor ini berdampak langsung pada satu rumah yang dihuni oleh lima jiwa. Sunardi memastikan bahwa warga yang terdampak telah dalam kondisi aman dan untuk sementara waktu diungsikan ke rumah tetangga. Petugas juga membantu menyelamatkan barang-barang milik warga yang sempat terbawa masuk ke saluran air.
Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) untuk membantu merapikan lokasi longsor, serta dengan Suku Dinas Sosial (Sudin Sosial) untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
Penyebab dan Kondisi Banjir di Jakarta Selatan
Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya menjadi faktor utama penyebab longsor turap di Srengseng Sawah. Peningkatan debit air di saluran Phb Kalibaru akibat curah hujan tinggi menunjukkan kerentanan infrastruktur terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Kejadian longsor ini juga terjadi di tengah kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta. BPBD DKI mencatat terdapat 143 RT dan 16 ruas jalan yang tergenang banjir. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta masih rentan terhadap dampak curah hujan tinggi dan luapan air sungai.
Secara khusus, Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak dengan 66 RT tergenang banjir. Beberapa kelurahan yang mengalami genangan cukup parah antara lain:
- Kelurahan Pondok Labu: 1 RT dengan ketinggian 30 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
- Kelurahan Petogogan: 26 RT dengan ketinggian 30 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
- Kelurahan Cipulir: 1 RT dengan ketinggian 120 cm, disebabkan curah hujan tinggi.
- Kelurahan Pondok Pinang: 4 RT dengan ketinggian 40 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
- Kelurahan Kuningan Barat: 8 RT dengan ketinggian 30-40 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang.
- Kelurahan Pela Mampang: 9 RT dengan ketinggian 75 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang.
- Kelurahan Duren Tiga: 1 RT dengan ketinggian 40 cm, disebabkan curah hujan tinggi.
- Kelurahan Rawajati: 3 RT dengan ketinggian 30-40 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
- Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT dengan ketinggian 40-70 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
- Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT dengan ketinggian 50 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
- Kelurahan Ulujami: 8 RT dengan ketinggian 70 cm, disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan.
Sumber: AntaraNews