Trivia: Gubernur Khofifah Cek Langsung! Pastikan Harga Beras SPHP di Jawa Timur Terjangkau dan Stok Aman
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras SPHP di pasaran. Benarkah harga beras SPHP tetap stabil?
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Soponyono, Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan beras serta stabilitas harganya di tengah masyarakat. Fokus utama inspeksi adalah beras SPHP yang menjadi program stabilisasi pemerintah.
Pada Senin (25/8), Gubernur Khofifah secara langsung memantau distribusi beras SPHP dan komoditas pokok lainnya. Beliau ingin memastikan bahwa harga beras SPHP tetap berada dalam jangkauan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.
Dari hasil peninjauan, Gubernur Khofifah menyatakan rasa syukurnya karena harga beras SPHP di pasar tersebut tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Intervensi pemerintah melalui program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat. Ketersediaan beras yang cukup menjadi prioritas utama bagi pemerintah provinsi.
Memastikan Harga Beras SPHP Tetap Terjangkau
Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium sebesar Rp12.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram. Gubernur Khofifah secara khusus meninjau langsung Pasar Soponyono untuk memantau penerapan HET ini, terutama pada beras SPHP. Beliau berinteraksi dengan pedagang untuk mendapatkan informasi akurat mengenai pasokan dan harga jual.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa beras SPHP di Pasar Soponyono, Surabaya, dijual sesuai HET yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan program stabilisasi harga yang dijalankan pemerintah. Meskipun demikian, ditemukan bahwa beras premium rata-rata dijual seharga Rp15.000 per kilogram, sedikit di atas HET.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga berdiskusi dengan para pedagang mengenai ketersediaan stok beras. Beliau kemudian mengajukan usulan kepada pemerintah pusat agar pasokan beras SPHP ditingkatkan. Peningkatan pasokan ini diharapkan dapat memenuhi permintaan lokal yang terus meningkat, sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Pemantauan Komoditas Lain dan Strategi Pengendalian Inflasi
Selain fokus pada harga beras SPHP, Gubernur Khofifah juga memeriksa harga komoditas pokok lainnya. Beberapa komoditas yang turut menjadi perhatian adalah gula, minyak goreng, dan tepung terigu. Pemantauan harga ini penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat.
Dari hasil pengecekan, terdapat beberapa komoditas yang harganya sedikit di atas HET. Contohnya adalah beras premium dan Minyakita, minyak goreng bersubsidi. Temuan ini menjadi catatan penting bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur untuk segera mengambil langkah-langkah intervensi yang diperlukan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur akan terus melakukan intervensi melalui operasi pasar. Operasi ini bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas dan menekan laju inflasi di provinsi tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah.
Tujuan utama dari semua upaya ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat Jawa Timur benar-benar merasakan manfaat dari program stabilisasi harga. Pengendalian inflasi yang efektif sangat krusial untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews