Tanggapan Mendagri dan FPI Terkait Perpanjangan Izin SKT Ormas

Jumat, 21 Juni 2019 00:15 Reporter : Merdeka
Tanggapan Mendagri dan FPI Terkait Perpanjangan Izin SKT Ormas Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat menghadiri Pembukaan Gerakan menuju 100 Smart City 2019. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) hingga saat ini belum mengajukan perpanjangan izin, mengingat keterangan terdaftar organisasi itu berakhir 20 Juni 2019.

"Kami tunggu saja. Dia (FPI) mau daftar lagi atau tidak," kata Mendagri Tjahjo Kumolo, di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, di Senayan, Jakarta, Kamis (21/6).

Tjahjo mengatakan tidak ada batas waktu bagi organisasi kemasyarakatan untuk memperpanjang izin. Meski demikian, Mendagri tidak menjelaskan detail status legalitas FPI, karena Kemendagri belum menerima pengajuan perpanjangan izin.

Menurutnya, Kemendagri misalnya akan mengeluarkan surat keterangan terdaftar atau SKT apabila ada organisasi kemasyarakatan yang mengajukan izin. Ia menegaskan, setiap warga negara memiliki hak berhimpun dan berserikat asal dilengkapi dengan izin.

"Kami tidak bisa proaktif karena apa pun setiap warga negara berhak berhimpun berserikat," katanya pula.

Organisasi kemasyarakatan, lanjut dia, bisa mengajukan izin ke Kemendagri, Kementerian Hukum dan HAM atau menggunakan akta notaris. FPI merupakan organisasi kemasyarakatan yang izinnya berakhir 20 Juni 2019 sejak SKT diterbitkan 20 Juni 2014.

Sementara itu, pihak Front Pembela Islam (FPI) mengklaim sudah melakukan perpanjangan Izinnya sebagai organisasi kemasyarakatan. Adapun tinggal melengkapi dokumen yang kurang untuk memenuhi syarat mendapatkan SKT.

"Sudah diperpanjang. Tadi terakhir melengkapi dokumen yang kurang saja," ucap Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro kepada Liputan6.com, Kamis (20/6/2019).

Namun, dia tak bisa memastikan tanggal pendaftaran. Justru menyebut Mendagri Tjahjo Kumolo tak mendapatkan info lengkap dari anak buahnya.

Diketahui, SKT FPI per tanggal 20 Juni 2019 sudah habis. Tjahjo Kumolo menegaskan, pihaknya masih belum menerima berkas perpanjangan SKT.

"Pengajuan resminya saya tidak tahu persis, tapi untuk dokumen yang kurang, sudah diserahkan tadi semua. Mungkin Mendagri belum terima laporan dari staffnya," kata Sugito.

Adapun, niatan pihaknya untuk memperpanjang SKT adalah, tetap eksis dan agar terus bisa berjuang. "Harus tetap eksis untuk perjuangan amal ma’ruf nahi munkar," jelas Sugito.

Saat ditanya soal dana hibah dari pemerintah sebagai konsekuensi ormas yang memiliki SKT, dia tak mengetahui apakah FPI menerima atau tidak.

"Kalau dana hibah saya belum cek, apakah selama ini pernah terima atau tidak," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini