Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto buka suara terkait kabar di media sosial mengenai Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, melakukan kunjungan ke Singapura hingga diduga menonton laga balap F1.
Bima Arya menegaskan bahwa perjalanan Gubernur Kaltim ke Singapura sudah memiliki izin resmi dari Kemendagri khusus untuk keperluan pemeriksaan kesehatan (berobat), bukan untuk berlibur.
Bima Arya juga menyoroti sikap Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran yang menjadi sorotan netizen akibat melontarkan pernyataan sensitif di tengah bencana.
"Sebaiknya kepala daerah itu fokus pada koordinasi lapangan, mengurangi pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan kontroversi atau polemik. Fokus saja pada penanganan bencana dan pahami bahwa warga membutuhkan langkah cepat," kata Bima Arya di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Bima Arya menjelaskan, Wamendagri tidak memonitor urusan personal setiap kepala daerah secara mendalam. Namun, apabila masyarakat atau publik memiliki bukti adanya pelanggaran izin, pihak Kemendagri terbuka untuk mempelajari dan mempertimbangkan langkah lebih lanjut.
Dia kembali menegaskan agar seluruh kepala daerah tidak menguras energi pada hal-hal yang dapat memicu polemik.
"Jangan sampai menimbulkan polemik, menguras energi, apalagi menyakiti hati warga. Jangan sampai seperti itu ya," kata Bima Arya.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan kepala daerah untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Bima Arya mengimbau pejabat daerah memprioritaskan penanganan di lapangan daripada mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memicu polemik.