Sutradara Film 'Mengejar Restu' Gandeng Konsultan Agama, Pastikan Akurasi Isu Sensitif
Film drama religi 'Mengejar Restu' siap tayang, sutradara Puadin Redi ungkap pentingnya konsultan agama untuk akurasi cerita sensitif. Penasaran dengan dilema Dania?
Jakarta, 06 Desember – Film drama religi berjudul "Mengejar Restu" yang dibintangi oleh pasangan selebriti Dhini Aminarti dan Dimas Seto akan segera menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia. Penayangan serentak dijadwalkan mulai tanggal 11 Desember mendatang, menawarkan sebuah kisah yang mendalam dan penuh makna. Sebelum resmi tayang, sebuah acara "intimate screening film" telah digelar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu.
Dalam acara tersebut, sutradara film, Puadin Redi, mengungkapkan sebuah pendekatan unik dalam proses produksinya. Ia menegaskan bahwa tim produksi telah berupaya keras untuk menjaga akurasi cerita, khususnya dengan menggandeng konsultan khusus agama. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap detail dalam film merepresentasikan nilai-nilai dan syariat Islam dengan benar, mengingat tema yang diangkat cukup sensitif.
Redi menjelaskan bahwa konsultasi dengan tokoh agama menjadi bagian integral dari proses kreatifnya. Pendekatan ini dilakukan untuk menghindari kesalahan interpretasi atau penyampaian yang keliru terkait isu-isu keagamaan. Hal ini menunjukkan komitmen tim "Mengejar Restu" untuk menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bertanggung jawab dan informatif.
Pentingnya Konsultan Agama dalam Film 'Mengejar Restu'
Puadin Redi menekankan bahwa penggunaan konsultan khusus agama adalah sebuah keharusan dalam produksi film "Mengejar Restu". Akurasi cerita menjadi prioritas utama, terutama karena film ini mengangkat isu-isu yang sangat sensitif dalam konteks kehidupan beragama. Konsultan tersebut bertugas memastikan bahwa setiap aspek keseharian dalam cerita tidak menyimpang dari ajaran agama.
Redi mengungkapkan, “Kami memang menggunakan konsultan untuk masalah keseharian agar tidak salah dalam penyampaian. Saya pun sering mengobrol dengan seorang ustadz untuk mengetahui syariat-syariat yang memang seharusnya dijalankan." Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya tim dalam menjaga integritas narasi. Konsultasi ini mencakup berbagai hal, mulai dari dialog, adegan, hingga representasi karakter.
Keputusan untuk melibatkan ahli agama ini didasari oleh keinginan kuat untuk menyajikan sebuah film drama religi yang otentik. Dengan demikian, penonton diharapkan dapat menerima pesan film tanpa keraguan akan kebenaran informasi keagamaan yang disajikan. Ini juga menjadi upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap kualitas dan kredibilitas "Mengejar Restu" sebagai tontonan yang mendidik.
Dilema Keluarga dan Karakter 'Kompor'
Sinopsis film "Mengejar Restu" berpusat pada kisah Dania, yang diperankan oleh Dhini Aminarti, dan suaminya, Fais, yang diperankan oleh Dimas Seto. Mereka menghadapi sebuah dilema besar ketika wasiat ayah mertua Dania, Kyai Haji Abdullah (Hengky Tornando), mengharuskan pesantren diwariskan kepada keturunan laki-laki langsung. Permasalahannya, Dania dan Fais tidak dapat lagi memiliki anak, yang membuat mereka berada di persimpangan jalan yang sulit.
Di tengah konflik internal pasangan utama, sutradara Puadin Redi mengakui sengaja menciptakan karakter 'kompor' atau pemicu konflik dalam cerita. Karakter ini diisi oleh pasangan Arie Untung dan Fenita Arie, yang dikenal dengan pembawaannya yang dinamis. Kehadiran mereka dirancang untuk menambah intensitas drama dan memprovokasi suasana dalam film.
Redi menjelaskan alasan di balik keputusan ini, "Saya butuh unsur manusianya, kompornya. Dialah yang memprovokasi suasana agar adegan lebih intensif." Ia menambahkan bahwa karakter Fais dan Dania digambarkan terlalu baik, sehingga membutuhkan elemen yang dapat memanaskan cerita. Ini bukan tentang komedi, melainkan untuk memperkuat narasi dramatis. Ketika ditanya apakah ada konsultan komedi, Redi menjawab, "Tidak Perlu." Ia menegaskan, "Emang mungkin benar kesehariannya begitu? Bukan ya. Saya cuma memanaskan aja untuk lebih, lebih apa namanya, lebih gereget gitu ya."
Proses Panjang dan Pesan Film
Penulis skenario film "Mengejar Restu", Titien Wattimena, mengungkapkan bahwa proses kreatif di balik film ini memakan waktu yang cukup panjang. Ide awal cerita telah digodok selama lima tahun, dengan satu tahun penuh didedikasikan untuk fokus pada penulisan skenario. Proses ini melibatkan kolaborasi erat antara Titien Wattimena, sutradara Puadin Redi, dan penulis Lynda Ulviana, untuk memastikan kedalaman dan kekuatan cerita.
Kerja keras tim penulis dan sutradara ini bertujuan untuk menghasilkan narasi yang kaya akan emosi dan makna. Setiap detail cerita telah dipertimbangkan matang-matang agar dapat menyentuh hati penonton. Film ini tidak hanya menyoroti konflik keluarga, tetapi juga menggali tema-tema universal seperti keikhlasan, pengorbanan, dan makna sejati dari sebuah restu.
Selain Dhini Aminarti dan Dimas Seto, film ini juga turut diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris ternama lainnya, termasuk Ranty Purnamasari, Citra Kirana, dan Rezky Adhitya. Dengan jajaran pemain yang kuat dan cerita yang mendalam, film "Mengejar Restu" diharapkan dapat memberikan refleksi yang berarti bagi penonton tentang pentingnya keikhlasan dan pencarian restu sejati dalam kehidupan.
Sumber: AntaraNews