5 Helikopter Water Bombing Gagal Padamkan Kebakaran Hutan di Sumsel

Helikopter pengebom air itu masuk dalam satgas udara kebakaran hutan dan lahan. Armada bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu standby di Palembang.

irwanto
Oleh irwanto - Reporter
5 Helikopter Water Bombing Gagal Padamkan Kebakaran Hutan di Sumsel
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di Sumatera Selatan (Sumsel). (AL ZULKIFLI/AFP)

Lima helikopter water bombing tidak bisa terbang lantaran jarak pandang rendah akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Heli ini sejatinya membantu memadamkan karhutla di Sumatera Selatan.

Helikopter pengebom air itu masuk dalam satgas udara kebakaran hutan dan lahan. Armada bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu standby di Palembang.

Kepala Balai Penanggulangan Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan, heli water bombing tersebut sebenarnya telah dijadwalkan dioperasikan untuk memadamkan karhutla sejumlah titik di Sumsel. Namun penerbangan batal akibat jarak pandang tertutup asap.

"Tadi pagi sudah siap (terbang) tiba-tiba visibility (jarak pandang) rendah lagi, sekarang lagi persiapan lagi," kata Ferdian, Selasa (13/10).

Ferdian mengatakan, visibility yang sangat rendah akan membahayakan keselamatan penerbangan sehingga keputusan pembatalan dilakukan. Padahal pemadaman dari udara cukup membantu untuk menjinakkan api, terlebih di area yang sulit diakses tim darat.

"Saya sudah request (water bombing), tapi kita lihat dulu perkembangan jarak pandang," kata dia.

Jarak Pandang

Jarak pandang yang rendah, kata Ferdian, telah berlangsung sejak Kamis (8/10). Bahkan penerbangan helikopter water bombing sempat dilakukan dari Bangka Belitung tetapi tidak optimal karena kondisi langit di titik karhutla tertutup asap tebal.

"Sejak Kamis itu dinamis banget visibility. Gangguan terus, ada beberapa hari tidak bisa naik sama sekali. Faktor visibility naik turun dan di TKP menjadi pertimbangan keamanan," kata Ferdian.

Meski heli pengebom air tak beroperasi sementara waktu, Ferdian memastikan penanganan karhutla tetap dilakukan oleh satgas darat. Lokasi yang menjadi fokus pemadaman berada di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.

"Tetapi kita banyak mengalami kendala, medan yang berat dan air makin sulit didapatkan karena sungai dan kanal mulai kering," pungkasnya.

 

Rekomendasi