Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mencatat tujuh penerbangan mengalami pembatalan akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari pembatalan tujuh penerbangan tersebut, 1.070 penumpang batal berangkat.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha mengungkapkan, tujuh penerbangan dengan total 1.070 penumpang mengalami pembatalan keberangkatan pada Senin (12/10). Tujuh penerbangan mengalami penerbangan di antaranya rute Makassar–Sorong sebanyak satu penerbangan.
"Rute Makassar–Ambon, dua penerbangan. Rute Makassar–Ternate, dan satu penerbangan rute Makassar–Mamuju. Pembatalan terjadi akibat kondisi cuaca buruk yang berkaitan dengan dampak karhutla," kata Ruly melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/10).
Untuk penanganan penumpang terdampak, manajemen bandara berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mendukung penyediaan langkah penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Ruly menegaskan langkah tersebut meliputi pengembalian dana tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), serta penyediaan area istirahat bagi penumpang yang terdampak.
"Kami berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan. Manajemen juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebagai bahan pemantauan dan koordinasi operasional, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Ruly.
Bagi calon penumpang, kata Ruly, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengimbau kepada penumpang agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara.
"Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mengikuti perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran operasional serta memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku," tandasnya.
Advertisement