Keributan antara empat debt collector atau mata elang (matel) dan warga terjadi di Jalan Bangbarung, Bogor, Senin (12/10/2026). Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo membenarkan peristiwa tersebut.
Insiden itu sempat viral di media sosial. Salah satu matel diduga memukul pengemudi ojek online hingga situasi memanas.
Menurut polisi, keributan berawal dari pengejaran terhadap sebuah mobil yang menunggak cicilan.
Sebelumnya, empat matel disebut mengejar sebuah Toyota Avanza hitam yang dikemudikan perempuan berinisial RT di kawasan Bogor Utara.
"Pengejaran terjadi di wilayah Bogor utara terhadap sebuah mobil yang dikemudikan perempuan berinsial RT," kata Kompol Enjo, Selasa (13/10/2026).
Pengejaran berlangsung dari Jalan Pandu Raya, melewati kawasan Warung Jambu, lalu kembali ke Jalan Pandu Raya. Di depan Perumahan Nusa Indah, dua matel yang mengendarai sepeda motor menghadang, sementara dua lainnya mengikuti dari belakang menggunakan mobil.
"Dua matel yang menggunakan motor sempat turun dan mengetuk kaca mobil RT," ungkap Enjo.
RT tidak berhenti dan berusaha meninggalkan lokasi. Sepeda motor yang berada di depan mobil terseret sekitar 100 meter, dan ban kanan mobil RT mengalami kerusakan. "Ibunya langsung tancap gas," terang Enjo.
Advertisement
Teriakan Maling di Bangbarung Bogor Picu Keributan
Pengejaran berlanjut hingga Jalan Bangbarung Raya. Di lokasi ini, RT terlibat perselisihan dengan keempat matel. Seorang warga yang melihat kejadian kemudian berteriak maling, menarik perhatian warga sekitar dan memicu keributan.
"Akhirnya matel ini ada yang dipukul lah sama warga tapi enggak luka," ucap Enjo.
Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk meredakan situasi. Tiga matel bersama RT kemudian dibawa ke Polsek Bogor Utara untuk mediasi, sementara satu matel lainnya menjalani pengobatan.
"Tiga matel kita amankan ke Polsek, untuk RT diarahkan untuk menyusul ke Polsek," ungkap Enjo.
Proses mediasi tidak menghasilkan kesepakatan. Kedua pihak memilih saling melapor ke Polsek Bogor Utara. Disebutkan pula, pada 28 September 2026, persoalan serupa antara kedua pihak sudah pernah terjadi namun tak menemui titik temu.
"Mereka sama-sama mau bikin laporan karena mobil yang nunggak dari Maret, saat pertemuan di Cibinong juga tidak ada titik temu," pungkas Enjo.