Seorang pekerja migran asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, bernama Sri Nurhaida Pratiwi diduga menjadi korban penyekapan di Dubai.
Dari video beredar di media sosial, Sri berangkat pada 14 September 2026 dengan tujuan ke Dubai. Tidak berselang lama usai berangkat ke Dubai, Sri memberi kabar ke keluarganya telah menjadi korban penyekapan.
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) di Disnaker Kabupaten Bandung Barat, Dewi Andani mengatakan pihak Disnaker sudah menerima informasi terkait kasus itu dan berkoordinasi dengan keluarga korban.
"Dinas menerima laporan hari Jumat dan sudah sounding dengan pihak keluarga," kata Dewi dikutip Selasa (13/20).
Selain itu, Dewi mengatakan, pihak Disnaker juga akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri.
"Kami akan tindaklanjuti dari pengaduan keluarga ke Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kemenlu," ujar dia.
Adapun dari penelusuran telah dilakukan pihak Disnaker, Dewi menyebut keberangkatan Sri ke Dubai diduga difasilitasi calo. Sebab, nama Sri tak terdaftar resmi dalam data Disnaker Kabupaten Bandung Barat.
"Yang bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kami, kemungkinan difasilitasi calo. Lagi pula, untuk ke Timur Tengah, pemerintah Indonesia masih moratorium, PMI hanya bisa kerja di sektor formal," kata dia.