Sebanyak empat warga RW 04, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, masih dirawat di rumah sakit usai diduga terpapar insiden kebocoran gas Pekayon dari pabrik susu setempat.
Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy, total 22 warga mendapat penanganan, dengan 18 orang telah dinyatakan sembuh.
“Yang ditangani puskesmas Pasar Rebo ada 18 sudah sembuh, dan empat masih di rawat di RSUD Ciracas dan RS Tugu Ibu,” kata Arief kepada Liputan6.com, Selasa (29/9/2026).
Arief menyebut pasien yang masih menjalani perawatan mengeluhkan gangguan pernapasan dan gejala lain.
“Untuk keluhannya sesak nafas, mual mual dan pusing,” ujar Arief.
Saat ini Dinas Kesehatan Jakarta Timur berfokus pada penanganan warga yang terdampak insiden tersebut.
Advertisement
Belum Uraikan Kronologi Kebocoran Gas Pekayon
Arief menyampaikan belum dapat memberikan penjelasan mengenai kronologi maupun penyebab pasti kebocoran gas, termasuk status operasional pabrik susu yang diduga menjadi sumber kebocoran.
“Terkait kronologi penyebab kebocoran gas dan penutupan mungkin menjadi wewenang di sektor lain lain ya,” kata Arief.
Sebelumnya, puluhan warga RW 04 Pekayon diduga mengalami keracunan imbas kebocoran gas di pabrik susu. Informasi awal beredar melalui unggahan akun Threads @kabarcibubur24jam pada Senin (28/9/2026).
“AKIBAT KEBOCORAN GAS DI PABRIK SUSU SEJUMLAH WARGA DI RW 04 PEKAYON PASAR REBO MENGUNGSI DAN DI MINTA TES TEKANAN DARAH & SATURASI ‼️ Cek kesehatan, Tes Tekanan Darah & saturasi di laksanakan di Halaman Kecamatan Pasar Rebo oleh pihak Puskesmas wilayah setempat. Kejadian pada hari Senin sore 28 September 2026. #kabarcibubur24jam,” tulisnya disertai unggahan video, Senin (28/9/2026).
Dikonfirmasi terpisah, Arief menyebut penanganan kepada warga telah dilakukan petugas kesehatan setempat.
“Penanganannya sudah dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Pasar Rebo dibantu oleh ambulans PK3D dan Puskesmas Ciracas,” ujar Arief saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (28/9/2026).
Arief menambahkan, pemeriksaan di lokasi melibatkan puluhan warga.
“Yang dilakukan pemeriksaan di lokasi ada 60 orang, 11 di antaranya dibawa ke Puskesmas Pasar Rebo dan diobservasi. Dari 11 orang tersebut 8 orang sudah diperbolehkan pulang, 3 orang dirujuk ke RS terdekat,” tutup Arief.