Lodewyk Pusung mengungkap telah menghubungi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melalui WhatsApp dua hari sebelum dirinya ditangkap penyidik kejaksaan. Pengakuan itu ia sampaikan saat mengikuti sidang praperadilan secara daring di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ia menyebut pesan tersebut dikirim pada 1 Juni 2026, sementara penangkapannya dilakukan pada 3 Juni 2026. Dalam persidangan, Lodewyk memaparkan rangkaian peristiwa yang dialaminya menjelang penangkapan.
"Jadi, saya awalnya itu semua ya, bahwa saya me-WA Bapak Sjafrie Sjamsoeddin, Menhan Republik Indonesia," kata Lodewyk.
"Saya sampaikan ke beliau. Ini WA saya sudah agak terlambat nih karena saya berusaha menghadap beliau karena beliau sibuk. Akhirnya saya me-WA tanggal 1 Juni. Saya WA beliau, 'Bapak saya difitnah.'," tambahnya.
Advertisement
Pesan Lodewyk Pusung ke Menhan dan Balasannya
Lodewyk mengatakan ia menghubungi Sjafrie karena penunjukannya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) berkaitan dengan peran Menhan. Menurutnya, Sjafrie adalah pihak yang menghubunginya saat ia diminta menduduki posisi tersebut.
"Kenapa saya WA beliau? Karena saya berada di situ melalui beliau. Beliau yang memerintahkan saya menjabarkan perintah Pak Presiden saya," kata Lodewyk.
Informasi yang ia sampaikan lewat WA mencakup berbagai tudingan yang disebutnya sebagai fitnah. Ia kemudian mendapat balasan dari Sjafrie mengenai keputusan terkait struktur pimpinan BGN.
"Itu berita-berita seperti itu saya sampaikan kepada Pak Sjafrie. Beliau (Sjafrie) jawab: 'Kesimpulan Presiden, Kepala dan dua Waka diganti'," terang dia.
Menanggapi balasan itu, Lodewyk mengaku siap bila termasuk dalam jajaran yang akan diganti, namun ia meminta pergantian tidak didasarkan pada tudingan yang menurutnya tidak benar.
"Saya jawab lagi Yang Mulia, saya jawab ke beliau, 'Siap Bapak, kalau salah satu Waka itu saya, saya sangat siap menerima ini. Tapi kalau saya diganti karena fitnah di atas yang saya WA Bapak itu, ini tidak baik bagi diri saya ke depan'," ujarnya.
Advertisement
Tudingan BMW Hingga Tender BGN yang Disebut fitnah
Di persidangan, Lodewyk membeberkan sejumlah tudingan yang menurutnya tidak berdasar. Salah satunya, ia disebut meminta mobil BMW tipe baru. Ia juga dituding menjadi perantara seluruh proyek tender di BGN.
"Saya pun, saya tahu keras. Saya difitnah lagi bahwa semua proyek tender itu lewat Pak Pusung. Ini fitnah," jelas dia.
Lodewyk turut menceritakan adanya seorang perempuan yang menghubunginya dan mengaku sudah mengeluarkan uang untuk mendapatkan tiga titik dapur. Perempuan yang disebutnya sebagai Ibu Widhie itu menyampaikan rinciannya lewat telepon.
"Ibu Widhie ini mendapatkan tiga titik. Dan dia membayar uang menurut pengakuannya pada bulan April 2026 kemarin, beliau sampaikan saya, 'Saya bayar Rp 980 juta dan terus beliau katanya Rp 300 juta untuk Pak Pusung',", ungkap Lodewyk.
Ia mengaku mempertanyakan pemberian uang tersebut. Menurut keterangan perempuan itu, aliran dana disebut berasal dari seorang broker bernama Catur yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Advertisement
Dicopot via Telepon, Ditangkap Sehari Setelahnya
Sehari setelah mengirim pesan WA kepada Menhan, yakni pada 2 Juni 2026 malam, Lodewyk mengaku ditelepon Sekretaris Kabinet sekitar pukul 20.00 atau 21.00. Dalam percakapan itu, ia diberi tahu mengenai pencopotan dirinya dari jabatan Wakil Kepala BGN.
"Besoknya tanggal 2 Juni, saya malam itu kira-kira jam 8 atau 9, saya ditelepon oleh Seskab, Sekretaris Kabinet. Saya angkat dan beliau sampaikan 'Terima kasih Pak, dari Presiden atas terselesainya tugas dan bla bla bla bla blanya," katanya.
Lodewyk menyebut sempat berupaya menjelaskan tudingan yang diterimanya, namun sambungan telepon terputus. Ia mengatakan pengumuman pergantian jabatannya dilakukan pada malam yang sama.
"Saya bilang saya boleh bicara? Saya sampaikan \"Saya ini difitnah begini begini begini begini,\" tapi suaranya terputus di situ. Malam itu juga diumumkan saya diganti. Kenapa? Karena masalah itu," sambung Lodewyk.
Pada 3 Juni 2026 dini hari, ia ditangkap penyidik kejaksaan. Lodewyk mengaku penangkapan dilakukan tanpa memperlihatkan surat perintah.
"Tidak ada, langsung ditangkap itu," katanya.