Dedi Mulyadi Ngaku Belajar dari Messi Cara Pimpin Jawa Barat

Hal itu dikatakan Dedi dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-81.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Dedi Mulyadi Ngaku Belajar dari Messi Cara Pimpin Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Liputan6.com/Arya Prakasa)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku membagi dua peran dalam menjalankan tugas sebagai gubernur. Di satu sisi, Dedi mengaku berperan sebagai gubernur administratif mengatur pembangunan di Jawa Barat. Di sisi lain, dia berperan sebagai gubernur 'konten' membantu Pemprov Jawa Barat menyelesaikan semua permasalahan.

Hal itu dikatakan Dedi dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-81.

"Dalam bahasa saya, ada gubernur administratif, ada gubernur konten gitu loh. Nah ini cara, ini cara," kata Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, dikutip Kamis (20/8).

Dalam menjalankan tugasnya itu, Dedi bahkan mengaku banyak belajar dari bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi. Di dalam pertandingan, Messi tidak hanya berperan sebagai pengatur serangan, tapi juga pengambil keputusan.

"Saya belajar kemarin dari Argentina walaupun Argentina tidak bisa jadi juara, ada kalanya Messi itu menjadi pengatur dari seluruh serangan, memberikan bola, memberikan umpan ketika dia dalam keadaan kesulitan, tetapi ada kalanya juga dia sebagai individual mengambil keputusan-keputusan yang cepat agar apa? Agar bisa menang dalam pertandingan," ucap dia.

Dalam menjalankan tugasnya selama ini, Dedi pun mengakui marak kritik yang disampaikan masyarakat. Bahkan, kritik yang diterimanya saat ini begitu intens hingga tiap hari. Kritik juga tak hanya disampaikan oleh warga Jabar.

"Untuk itu kita memiliki spirit yang terbuka terhadap seluruh kritik dan saran dari masyarakat," ujar dia.

Lebih lanjut, Dedi mengucapkan terima kasih kepada gubernur terdahulu yang sudah memberi fondasi bagi pembangunan di Jabar sekaligus memberi saran kepada dirinya selama menjabat.

"Ada jasanya Pak RK (Ridwan Kamil), ada jasanya Pak Ahmad Heryawan, ada jasanya Pak Dani Setiawan, ada jasanya Pak Nuriana, ada jasanya Pak Aang Kunaefi, ada jasanya Pak Yogie S Memet dan seterusnya tadi seharusnya dibacakan dalam sejarah," kata dia.

"Dan kemudian juga saya ucapkan terima kasih pada Gubernur senior Pak PJ, Pak Bey yang terus memberikan saran dan pendapat, sehingga kami bisa berjalan sesuai dengan konstitusi tidak melanggar norma-norma yang menjadi standar aturan dalam bernegara sehingga kita semua bisa melaksanakan pemerintahan ini dengan baik," lanjut dia.

Rekomendasi