Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi di Depok dengan tersangka Saefullah dan korban Kunaefi. Dari rangkaian ini, penyidik menemukan fakta baru terkait cara pelaku mencari korban.
Rekonstruksi berlangsung di rumah kontrakan kawasan Cipayung, Depok, yang menjadi tempat kejadian perkara. Kegiatan ini dipimpin Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan menghadirkan tersangka di lokasi.
Penyidik memperagakan 30 adegan yang menggambarkan rangkaian peristiwa, mulai ketika pelaku mencari target, menemukan barang milik korban, hingga pembunuhan dan mutilasi.
"Rekonstruksi ini untuk mengungkap fakta dan peristiwa terkait pembunuhan mutilasi atau pembunuhan berencana, dan atau penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia, ataupun pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Dimitri, Selasa (11/8/2026).
"Dalam 30 adegan yang kami lakukan, melibatkan tersangka dan para saksi. Itu memiliki sub adegan dengan total kurang lebih sekitar 51 adegan," jelas Dimitri.
Advertisement
Cara Pelaku Mencari Korban Lewat Aplikasi
Menurut Dimitri, rekonstruksi mengungkap temuan terkait motif. Sebelum bertemu korban, Saefullah terlebih dahulu mencari target melalui sebuah aplikasi.
"Adapun fakta-fakta baru yang terkait motif, kami bisa simpulkan bahwa pelaku ini adalah orang yang pertama kali memulai mencari korban yaitu menggunakan aplikasi Hornet," terang Dimitri.
Adegan juga memperlihatkan awal perkenalan hingga ajakan menuju rumah kontrakan yang kemudian menjadi lokasi pembunuhan.
"Kemudian diajak untuk bertemu ke TKP yaitu di lokasi yang akan kalian lihat di belakang ini," imbuhnya.
Rekonstruksi turut memperlihatkan niat awal tersangka mengambil barang milik korban. Polisi menemukan bahwa Saefullah telah menyiapkan pisau dapur sebelum beraksi. Temuan ini membuat polisi menduga pembunuhan terhadap Kunaefi telah direncanakan.
Advertisement
Pembunuhan Dilakukan Sendiri
Dimitri menegaskan aksi pembunuhan dilakukan seorang diri oleh Saefullah yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami tegaskan di sini bahwa pembunuhan ini dilakukan oleh satu orang, yaitu pelaku yang sudah kami tetapkan tersangka sendiri, ini S," ucap Dimitri.
Setelah korban tewas, tersangka kemudian memotong bagian tubuh korban secara spontan dan membuangnya.
"Jadi kami pastikan di sini bahwa temannya ini tidak terlibat. Murni pelaku dilakukan oleh satu orang, inisial S," ungkap Dimitri.