Suara riuh tepuk tangan menggema di Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten. Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya hadir dalam momen istimewa tersebut. Ia didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Kunjungan ini berlangsung pada Sabtu, 9 Agustus 2026. Kedatangan mereka adalah untuk meninjau persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang. Acara ini menjadi sorotan utama dalam agenda kunjungan tersebut.
Para siswa Sekolah Rakyat menampilkan berbagai pertunjukan memukau. Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah musikalisasi puisi berjudul "Dari Jalanan Menuju Harapan". Zahwa Anindita Fauzi, siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, membawakan puisi tersebut dengan penuh percaya diri, diiringi petikan gitar dan lagu 'Pantaskah Surga Untukku'.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Melalui Pendidikan di Sekolah Rakyat
Penampilan musikalisasi puisi tersebut berhasil memukau para orang tua dan calon siswa yang hadir. Mereka tampak takjub dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh para siswa Sekolah Rakyat. Zahwa Anindita Fauzi membacakan salah satu bait puisi yang sangat menyentuh, "Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan."
Selain musikalisasi puisi, siswa gabungan dari Sekolah Rakyat Jakarta dan Bekasi juga menampilkan paduan suara serta pidato dalam bahasa asing. Letkol Teddy, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, turut berdialog langsung dengan orang tua dan siswa. Hal ini menunjukkan interaksi yang erat antara pemerintah dan masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat telah menunjukkan bukti nyata dalam waktu satu tahun penyelenggaraan. Para siswa telah mengalami peningkatan kepercayaan diri yang signifikan. Ia mencontohkan perkembangan salah satu siswa yang sebelumnya belum lancar membaca bahasa Inggris, namun setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, kemampuannya meningkat pesat.
Advertisement
Gus Ipul menegaskan, "Setahun di Sekolah Rakyat sudah lancar. Banyak lagi teman-temannya yang tidak bisa baca kelas 1 SMA, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa berprestasi." Ia menekankan bahwa latar belakang dan kemampuan siswa yang berbeda tidak menjadi alasan untuk membedakan mereka dalam mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak.
Advertisement
Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Merata
Dalam arahannya, Letkol Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan upaya nyata Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Termasuk di dalamnya adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Letkol Teddy menyatakan, "Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali, bisa sekolah." Akses pendidikan gratis dan berkualitas di Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat membuka jalan bagi siswa untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka.
Program ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah. Sementara itu, pembangunan fisik sekolah permanen dilakukan oleh pemerintah pusat.
Advertisement
Gus Ipul menjelaskan, "Gubernur, Bupati, Wali Kota menyediakan lahan, sementara dibangun menggunakan APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo." Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Sosial untuk menciptakan program ini. "Alhamdulillah sudah 43 ribu anak-anak yang belum bersekolah, bisa bersekolah sekarang," ujarnya.
Advertisement
Sekolah Rakyat: Jembatan Menuju Masa Depan
Program Sekolah Rakyat tidak membeda-bedakan kemampuan siswa yang ada. Setiap siswa dianggap berharga dan memiliki potensi. Hal ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Zahwa Anindita Fauzi, dalam puisinya, menggambarkan perubahan hidup yang dialaminya. Dari panggung jalanan yang penuh perjuangan, kini ia menemukan harapan di Sekolah Rakyat. Puisi tersebut menjadi simbol transformasi bagi ribuan anak Indonesia lainnya. Mereka kini memiliki kesempatan untuk belajar, beristirahat, mendapatkan makanan yang cukup, serta dibimbing oleh guru-guru yang menyayangi.
Kehadiran Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Duta Sekolah Rakyat juga menjadi inspirasi bagi para siswa. Ia mengajarkan bahwa dari mana pun asal mereka, dengan disiplin, belajar, dan kerja keras, mereka bisa berdiri tegak dan membanggakan Indonesia. Pesan ini menguatkan semangat para siswa untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Program Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memberikan akses pendidikan yang setara, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi bangsa.
Sumber: AntaraNews