Dugaan Bullying Berujung Maut, Polisi Autopsi Jenazah Siswa SMP di Pemalang

Polres Pemalang mengautopsi jenazah Ahmad Al Fian, siswa SMPN 4 Randudongkal, untuk menelisik dugaan bullying siswa smp. 11 saksi turut dimintai keterangan.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Dugaan Bullying Berujung Maut, Polisi Autopsi Jenazah Siswa SMP di Pemalang
Siswa SMPN 4 Randudongkal Pemalang diduga korban bullying. (tangkapan layar video media sosial).

Polres Pemalang melakukan autopsi terhadap jenazah seorang pelajar SMP di tengah penyelidikan dugaan bullying siswa SMP. Langkah forensik ini menjadi bagian dari upaya mengungkap penyebab kematian dan memastikan rangkaian peristiwa yang dialami korban.

Korban diketahui bernama Ahmad Al Fian, siswa SMPN 4 Randudongkal, Pemalang. Ia meninggal setelah menjalani perawatan di RS Mardhatillah Muhammadiyah pada Minggu (2/8/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menyampaikan penyelidikan difokuskan untuk menggali informasi terkait dugaan perundungan di lingkungan sekolah.

"Masih diselidiki. Kami hari ini sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab siswa tersebut meninggal," kata Faizal saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/8/2026).

Penelusuran Dugaan Bullying Siswa SMP Lewat Autopsi

Faizal menjelaskan, autopsi diperlukan untuk mengungkap penyebab kematian sekaligus menjawab ada atau tidaknya unsur perundungan yang dialami korban.

"Autopsi perlu dilakukan supaya kami bisa mengetahui penyebab meninggalnya korban. Ini juga sudah sesuai persetujuan kedua orang tuanya," ujar Faizal.

Persetujuan keluarga menjadi dasar pelaksanaan autopsi, sejalan dengan prosedur penyidikan yang tengah berjalan di kepolisian.

Polisi Periksa 11 Saksi dari Lingkungan Sekolah

Di sisi lain, penyidik juga memintai keterangan sejumlah pihak internal sekolah sebagai saksi untuk memperkuat proses penyelidikan.

Mereka meliputi pegawai bagian humas, beberapa guru, serta siswa teman sekelas Ahmad Al Fian.

"Saksi-saksi yang sedang diperiksa ada sebelas. Hari ini dimintai keterangan. Proses (pemeriksaan) dikerjakan di Mapolsek kemudian ditarik ke Mapolres," pungkasnya.
Rekomendasi