Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, Dillah Hikmah Sari, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh camat di wilayahnya. Instruksi ini terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang berlangsung. Dillah meminta para camat untuk tidak meninggalkan wilayah dan tetap siaga penuh.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipatif mengingat karakteristik geografis Tanjabtim yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Pencegahan dini menjadi fokus utama untuk mengantisipasi potensi kebakaran sebelum meluas. Keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Selain kesiapsiagaan personel, Bupati juga menekankan pentingnya pemeriksaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Koordinasi lintas sektor juga harus diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap setiap laporan titik api. Upaya kolektif ini diharapkan mampu menekan risiko karhutla di musim kemarau.
Advertisement
Advertisement
Camat Diminta Siaga Penuh Hadapi Ancaman Karhutla
Bupati Tanjabtim, Dillah Hikmah Sari, secara langsung menginstruksikan seluruh camat untuk tetap berada di wilayah masing-masing. Perintah ini berlaku selama ancaman karhutla masih membayangi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. "Saya instruksikan seluruh camat tidak meninggalkan wilayah, tetap siaga penuh, melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini," kata Dillah di Jambi, Minggu. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi seluruh potensi kebakaran sebelum terjadi.
Instruksi ini merupakan respons proaktif pemerintah daerah terhadap kondisi lingkungan yang rentan. Kesiapsiagaan penuh dari aparat kecamatan diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk karhutla. Pencegahan dini dianggap sebagai strategi kunci dalam menghadapi musim kemarau.
Advertisement
Tanjabtim Wilayah Rawan Karhutla
Perintah Bupati Dillah Hikmah Sari didasari oleh karakteristik wilayah Tanjabtim yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Sekitar 62 persen wilayahnya merupakan lahan rawa gambut yang sangat rentan terbakar pada musim kemarau. Selain itu, kawasan permukiman pesisir yang padat dan didominasi rumah berbahan kayu juga meningkatkan risiko.
Aktivitas masyarakat seperti perkebunan, perladangan, persawahan, hingga pembukaan lahan baru juga berpotensi memicu kebakaran. Apabila tidak diawasi secara ketat, aktivitas ini dapat memperparah situasi. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting.
Advertisement
Pengecekan Sarana dan Prasarana Pemadam Kebakaran
Selain kesiapsiagaan personel, Bupati Dillah juga memerintahkan seluruh camat di 11 kecamatan untuk segera memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. "Kelengkapan seperti bagaimana sumber air, personel, serta sistem komunikasi harus dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu," tegasnya. Ketersediaan dan fungsi peralatan menjadi krusial dalam upaya pemadaman.
Pengecekan ini mencakup memastikan sumber air yang memadai, personel yang terlatih, dan sistem komunikasi yang efektif. Kesiapan infrastruktur ini akan mendukung respons cepat saat terjadi kebakaran. Pemeliharaan rutin terhadap peralatan juga perlu diperhatikan secara serius.
Advertisement
Perkuat Koordinasi Lintas Sektor dan Pencegahan Dini
Koordinasi lintas sektor menjadi aspek penting lainnya yang ditekankan oleh Bupati. Camat diwajibkan membangun sinergi aktif bersama kepala desa dan lurah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta regu pemadam kebakaran. Sinergi ini juga melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperkuat patroli dan deteksi dini.
Respons cepat terhadap setiap laporan munculnya titik api juga menjadi fokus utama dari koordinasi ini. Bupati Dillah menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi musim kemarau tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api. "Pencegahan adalah kunci, jangan sampai kita terlambat bertindak," tutupnya. Kesigapan seluruh aparat dalam mencegah kebakaran sejak awal sangat menentukan.
Menurut Dillah, keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman, lahan produktif, dan kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Upaya pencegahan kolektif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman karhutla. Edukasi kepada masyarakat juga terus digalakkan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Satgas Karhutla Provinsi Jambi
Dalam upaya penanggulangan karhutla, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi turut memberikan dukungan signifikan. Satgas telah mendirikan 81 posko di kawasan rawan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Posko-posko ini akan ditempati oleh personel lintas sektor.
Personel yang bertugas meliputi TNI/Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kehadiran posko-posko ini memiliki fungsi ganda, yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla. Selain itu, posko juga menjadi garda terdepan dalam melaporkan temuan titik api di lapangan. Setiap posko diperkuat dengan 10 personel beserta perlengkapannya.
Sumber: AntaraNews
Advertisement