Para petani di Leuwibatu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah sibuk memanen padi jenis Ciherang pada Kamis (19/09/2024) di tengah kabar kenaikan harga beras di tingkat petani. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282852/original/076128200_1783178019-1726734159481-ha8f8.jpg)
Harga beras di tingkat petani terus merangkak naik.
Saat ini, harga beras mengalami kenaikan signifikan, dari sebelumnya Rp 8.000 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282853/original/014203800_1783178020-1726734177766-egv2w.jpg)
Petani mengeluhkan harga beras naik sebesar Rp 2.000.
Menurut mereka kenaikan ini disebabkan oleh dua faktor utama. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282854/original/050832700_1783178020-1726734221661-vebwg.jpg)
Dua faktor itu yakni lonjakannya harga pupuk serta musim kemarau yang memicu gagal panen di sejumlah daerah penghasil beras. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282855/original/077575800_1783178020-1726734414020-ek5k5.jpg)
Kenaikan harga beras ini juga berdampak pada masyarakat luas. Konsumen mengeluhkan kenaikan tersebut di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282856/original/011671600_1783178021-1726734426914-b5fus.jpg)
Para petani menekankan bahwa kenaikan ini sulit untuk dihindari karena tingginya biaya produksi serta masalah alam yang tak bisa diatasi. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282857/original/048146300_1783178021-1726735344882-4yfgx.jpg)
Meski demikian, pemerintah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga beras, terutama menjelang musim tanam berikutnya. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282858/original/054664400_1783178021-1726734488668-x7tlp.jpg)
Bantuan subsidi pupuk dan irigasi sangat diharapkan oleh para petani untuk mengatasi masalah yang terjadi, sehingga harga beras bisa kembali normal dan terjangkau bagi masyarakat. Foto: merdeka.com / Arie Basuki
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282859/original/076640100_1783178021-1726734529598-2uebv.jpg)
Seorang petani Leuwibatu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat saat sedang sibuk melakukan panen padi jenis Ciherang pada Kamis (19/09/2024). Foto: merdeka.com / Arie Basuki
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9282851/original/041357200_1783178019-1726735160939-6o9u2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383306/original/053396700_1793080379-IMG-20261027-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383176/original/051015000_1793073788-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380366/original/094821200_1792674995-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_20.12.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4245351/original/091411800_1669809381-3214.jpg)