Bea Cukai Perkuat Kepatuhan Internal dan Digitalisasi untuk Cegah Praktik Koruptif Jelang Lebaran

Direktur Jenderal Bea dan Cukai perintahkan penguatan fungsi kepatuhan internal dan digitalisasi guna cegah praktik koruptif serta pastikan kelancaran arus barang jelang Lebaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bea Cukai Perkuat Kepatuhan Internal dan Digitalisasi untuk Cegah Praktik Koruptif Jelang Lebaran
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama perkuat Kepatuhan Internal Bea Cukai di Tanjung Priok, tekankan integritas, digitalisasi, dan kelancaran logistik jelang Idul Fitri 1447 H. (AntaraNews)

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama, menekankan pentingnya penguatan fungsi kepatuhan internal. Langkah ini bertujuan untuk mencegah praktik koruptif di lingkungan Bea Cukai. Penekanan khusus diberikan pada aspek integritas seluruh pegawai.

Instruksi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok pada Jumat. Djaka Budi Utama juga mengingatkan pentingnya menghindari interaksi langsung dengan pihak luar. Digitalisasi menjadi kunci untuk meminimalkan potensi gratifikasi.

Selain itu, seluruh pegawai diminta berlaku adil tanpa memberikan keistimewaan kepada pengusaha atau forwarder tertentu. Ini juga bagian dari upaya menjaga citra organisasi dari isu negatif.

Integritas dan Pencegahan Praktik Koruptif

Djaka Budi Utama menegaskan bahwa instansi akan memberikan pendampingan penuh jika pegawai bekerja secara profesional. Pendampingan ini berlaku apabila terjadi pemeriksaan oleh aparat pengawas, asalkan tidak mengambil keuntungan pribadi. Hal ini menunjukkan komitmen Bea Cukai terhadap perlindungan pegawai berintegritas.

Pencegahan praktik koruptif menjadi prioritas utama melalui penekanan pada integritas. Seluruh jajaran Bea Cukai diinstruksikan untuk menghindari interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan gratifikasi. Digitalisasi proses menjadi salah satu solusi strategis untuk meminimalisir celah tersebut.

Pegawai juga diwajibkan untuk bersikap adil dan tidak memihak kepada pengusaha atau forwarder. Mitigasi cepat terhadap isu negatif juga ditekankan untuk menjaga reputasi organisasi. Komitmen ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan transparan.

Antisipasi Lonjakan Arus Barang dan Peran Teknologi

Menjelang masa libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bea Cukai memastikan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok tidak akan terhenti. Mekanisme pergantian petugas (shifting) telah diatur secara cermat. Pengaturan ini bertujuan agar arus barang tetap lancar dan tidak menghambat kegiatan ekonomi.

Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok memprediksi adanya lonjakan beban (high load) arus barang menjelang Lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini, KPU Tanjung Priok mengoptimalkan penggunaan Trade AI. Teknologi kecerdasan buatan ini digunakan dalam penetapan Surat Penetapan Tarif dan Nilai Pabean (SPTNP).

Meskipun masih dalam tahap penyempurnaan, penggunaan AI diharapkan mampu meminimalisir kesalahan umum. Kesalahan tersebut meliputi salah tarif, nilai, jumlah, maupun jenis barang. Inovasi ini menunjukkan adaptasi Bea Cukai terhadap teknologi untuk efisiensi dan akurasi pelayanan.

Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai serta Direktorat Kepatuhan Internal berkomitmen untuk menginventarisasi aplikasi mandiri. Aplikasi dari unit vertikal ini akan diangkat menjadi aplikasi nasional. Tujuannya adalah efisiensi anggaran dan standardisasi layanan di seluruh Indonesia.

Komitmen Berkelanjutan untuk Layanan Optimal

Kunjungan kerja Direktur Jenderal Bea dan Cukai juga bertujuan untuk memastikan kelancaran arus logistik nasional. Evaluasi efektivitas pelayanan dan pengawasan di pelabuhan tersibuk di Indonesia ini menjadi fokus utama. Pemantauan ini krusial menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Agenda kunjungan ditutup dengan komitmen bersama untuk melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap setiap kebijakan. Pemantauan ini penting guna memastikan kepuasan pengguna jasa. Selain itu, upaya ini juga untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional menjelang hari raya.

Didampingi jajaran Direktur Teknis, Dirjen Bea Cukai meninjau langsung beberapa titik krusial. Titik-titik tersebut meliputi kantor utama, Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha, hingga longroom karantina. Peninjauan ini untuk melihat kesiapan personel di lapangan secara langsung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi