Cerita soal Gojek, Nadiem: Indonesia Masih Membutuhkan Anak Muda Terbaiknya

Nadiem mengungkapkan bahwa gagasan awal mendirikan Gojek muncul ketika dirinya masih menempuh pendidikan S2 di Amerika Serikat.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Cerita soal Gojek, Nadiem: Indonesia Masih Membutuhkan Anak Muda Terbaiknya
Cerita soal Gojek, Nadiem: Indonesia Masih Membutuhkan Anak Muda Terbaiknya (Merdeka.com)

Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pesan kuat kepada generasi muda Indonesia untuk tidak kehilangan harapan terhadap bangsa dan negara. Melalui refleksi perjalanan hidup dan pengabdiannya, Nadiem menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki masa depan yang layak diperjuangkan oleh anak-anak mudanya, di mana pun mereka berada saat ini. 

Nadiem mengungkapkan bahwa gagasan awal mendirikan Gojek muncul ketika dirinya masih menempuh pendidikan S2 di Amerika Serikat. Pada saat banyak peluang terbuka untuk berkarier di luar negeri, ia justru memilih kembali ke Indonesia dengan satu keyakinan: perubahan besar dapat dimulai dari keberanian untuk pulang dan membangun.

"Saat ide Gojek datang, saya masih belajar di Amerika. Namun saya memutuskan kembali ke Indonesia karena saya percaya negara ini punya potensi besar," ujar Nadiem dalam persidangan, Senin (23/2).

Keputusan tersebut kemudian melahirkan Gojek sebagai salah satu perusahaan teknologi nasional yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga menciptakan jutaan lapangan pekerjaan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat luas.

Lebih dari sekadar kisah kewirausahaan, Nadiem menekankan bahwa kontribusi bagi bangsa tidak berhenti pada sektor bisnis. Setelah membangun Gojek, ia melanjutkan pengabdiannya dengan menerima amanah sebagai Menteri Pendidikan, dengan fokus pada peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.

Baginya, membangun manusia adalah fondasi terpenting bagi kemajuan Indonesia dalam jangka panjang.

Sapa Anak Muda Bekerja di Luar Negeri

Dalam pesannya, Nadiem secara khusus menyapa anak-anak muda Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar negeri. Ia memahami kekecewaan, keraguan, dan kelelahan yang kerap muncul ketika melihat berbagai tantangan di dalam negeri. Namun ia menegaskan bahwa keputusasaan bukanlah jalan keluar.

"Jangan pernah putus asa dengan negara kita. Masih banyak harapan, masih banyak orang baik di Indonesia yang bekerja dengan tulus," tegasnya.

Menurut Nadiem, perubahan tidak akan pernah datang jika generasi muda terbaik memilih menjauh. Justru kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk membawa perspektif baru, pengetahuan global, dan semangat pembaruan.

Pengabdian ke Negara

Nadiem juga menegaskan bahwa pengabdian kepada negara tidak selalu mudah dan sering kali penuh risiko. Namun ia percaya bahwa setiap bentuk pengabdian yang dilakukan dengan niat baik tidak akan pernah sia-sia.

"Sekalipun saya berada dalam kondisi tersulit, saya tetap mengabdi untuk negara. Karena pengabdian itu tidak mungkin sia-sia," ujarnya.

Melalui pernyataan ini, Nadiem kembali menegaskan komitmennya terhadap Indonesia sekaligus mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran. Ia mengajak anak-anak muda untuk kembali, berkontribusi sesuai bidang masing-masing, dan menjadi bagian dari proses panjang membangun bangsa.

"Indonesia masih membutuhkan kalian. Pulanglah, berkontribusilah, dan percayalah bahwa harapan itu nyata," tutup Nadiem.

Rekomendasi