Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan bahwa pameran SDGs Corner di Museum Bahari Jakarta merupakan ruang inklusif yang menyoroti tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pameran ini juga mengulas kisah kehidupan laut yang kaya di Indonesia.
Peresmian SDGs Corner ini dilakukan bersama Direktur Pusat Informasi PBB (UNIC) Jakarta, Miklos Gaspar, pada hari Sabtu. Keduanya menekankan pentingnya ruang edukasi kolaboratif ini. Tujuannya adalah untuk menghubungkan SDGs dengan keseharian masyarakat maritim.
SDGs Corner dirancang untuk mengajak publik menatap masa depan Indonesia. Hal ini dilakukan melalui narasi tentang laut dan kehidupan pesisirnya. Pengunjung diharapkan dapat menyelami sejarah maritim sekaligus memahami isu pembangunan masa depan.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Museum Bahari dan UNIC Jakarta untuk Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Rano Karno, SDGs Corner ini menghadirkan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat maritim. Masyarakat maritim merupakan identitas Indonesia yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad.
Ruang belajar kolaboratif ini terwujud berkat sinergi antara Museum Bahari Jakarta dan Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan mengajak publik untuk menatap masa depan Indonesia. Fokusnya adalah melalui cerita laut dan kehidupan pesisirnya.
Pengunjung museum tidak hanya akan menyelami kejayaan sejarah maritim Indonesia. Mereka juga akan memahami isu-isu pembangunan masa depan. Bahkan, ruang ini diharapkan menjadi wadah diskusi yang melahirkan solusi dari akar rumput.
Advertisement
Advertisement
Menjelajahi Keterkaitan SDGs dengan Kehidupan Maritim
Melalui SDGs Corner di Museum Bahari Jakarta, pengunjung diajak menelusuri keterkaitan erat antara berbagai aspek kehidupan. Ini mencakup kehidupan nelayan, keanekaragaman hayati, hingga pengolahan sampah.
Pameran ini juga membahas ketahanan pangan serta dampak perubahan iklim. Semua elemen tersebut disajikan dalam konteks warisan maritim Indonesia.
SDGs Corner menggunakan metode penceritaan (storytelling) untuk menyoroti keterkaitan ini. Pendekatan ini membantu pengunjung melihat SDGs bukan sebagai target global yang jauh. Sebaliknya, SDGs menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat maritim.
Advertisement
Inisiatif ini juga mengedepankan inklusivitas dengan memastikan akses yang setara bagi penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan komitmen Jakarta terhadap pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berpusat pada masyarakat.
Advertisement
Mengajak Kaum Muda Berkontribusi pada SDGs
Direktur Pusat Informasi PBB (UNIC) Jakarta, Miklos Gaspar, menjelaskan bahwa inti dari pameran SDGs Corner adalah memecah SDGs menjadi bagian-bagian yang mudah dikelola. Tujuannya adalah agar tujuan-tujuan tersebut dapat dicapai oleh Indonesia pada tahun 2030.
Gaspar secara khusus mengundang kaum muda untuk datang dan melihat pameran ini. Ia juga mengajak museum lain untuk menyelenggarakan pameran serupa.
UNIC Jakarta siap bekerja sama dengan museum-museum lain. Kerjasama ini bertujuan untuk menyelenggarakan pameran tentang SDGs yang ingin mereka fokuskan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews