Tim gabungan TNI, Polri, Tim SAR, dan BPBD kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, sehingga total korban jiwa kini mencapai 16 orang.
Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado dengan mengerahkan 16 personel beserta berbagai alat utama SAR. Peralatan yang digunakan meliputi satu unit truk personel, satu unit kendaraan D-Max double cabin, dua unit motor trail, tenda posko lengkap dengan perlengkapan pendukung, peralatan medis, drone termal, peralatan evakuasi, peralatan ekstrikasi, serta perlengkapan Urban SAR.
Saat ini, tim SAR gabungan fokus melakukan orientasi medan dan membuka akses menuju wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang. Upaya ini bertujuan mempercepat penanganan darurat, pendataan dampak bencana, serta proses evakuasi di daerah terdampak.Penyisiran masih dilakukan di sejumlah titik yang mengalami banjir dan longsor.
Berdasarkan laporan warga, masih terdapat dua korban yang diduga belum ditemukan, sehingga operasi pencarian akan terus dilanjutkan.Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan seluruh rangkaian operasi SAR berjalan aman, cepat, dan efektif sesuai prosedur penanganan bencana.