BMKG: Prakiraan Cuaca Sumatera Utara, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah pada Minggu

Waspada! BMKG merilis prakiraan cuaca Sumatera Utara, sebagian wilayah diprediksi masih diguyur hujan dengan potensi bencana hidrometeorologi. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG: Prakiraan Cuaca Sumatera Utara, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah pada Minggu
Waspada! BMKG merilis prakiraan cuaca Sumatera Utara, sebagian wilayah diprediksi masih diguyur hujan dengan potensi bencana hidrometeorologi. Simak selengkapnya! (AntaraNews)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Sumatera Utara pada Minggu, 4 Januari 2026. Kondisi cuaca ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat, terutama di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi. Informasi ini penting untuk perencanaan aktivitas sehari-hari dan mitigasi risiko.

Menurut Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Minggu pagi rata-rata berawan di seluruh wilayah. Namun, pada siang dan sore hari, beberapa daerah seperti Dairi dan Karo berpotensi mengalami hujan ringan. Potensi hujan ini dapat berlanjut hingga malam hari dengan intensitas sedang di beberapa lokasi.

Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Ketinggian gelombang yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi antara 4 hingga 6 Januari 2026. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para nelayan dan operator transportasi laut.

Kondisi Cuaca Umum di Sumatera Utara

Pada Minggu, 4 Januari 2026, pagi hari di Sumatera Utara secara umum akan didominasi oleh kondisi berawan di seluruh wilayah. Memasuki siang dan sore hari, potensi hujan dengan intensitas ringan diprediksi akan terjadi di beberapa daerah seperti Dairi, Karo, dan sekitarnya. Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca.

Malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan meluas ke beberapa wilayah Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang secara khusus dapat terjadi di Humbang Hasundutan, Karo, Samosir, Simalungun, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi aktivitas malam hari di daerah tersebut.

Menjelang dini hari, cuaca diprediksi berawan namun masih berpotensi hujan ringan hingga sedang, khususnya di wilayah Langkat dan sekitarnya. Suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 14 hingga 30 derajat Celcius, dengan kelembaban antara 77 hingga 99 persen. Angin akan berhembus dari Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 4 hingga 12 km per jam.

Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan dengan durasi lama. "Waspada hujan ringan hingga sedang yang terjadi dengan durasi lama di pegunungan, lereng timur, lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis berupa longsor dan juga banjir," kata Putri Afriza. Peringatan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

Wilayah pegunungan dan lereng di Sumatera Utara, baik lereng timur maupun barat, memiliki risiko tinggi terhadap longsor. Sementara itu, daerah pantai barat Sumatera Utara juga perlu mewaspadai potensi banjir akibat curah hujan yang tinggi. Koordinasi antar instansi terkait dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi dampak bencana.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Langkah-langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan dapat membantu mengurangi risiko banjir. Kesiapsiagaan dini adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana ini.

Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Utara

Selain potensi hujan, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny, juga menyampaikan peringatan mengenai gelombang tinggi. Sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi dilanda gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini diperkirakan terjadi dari 4 hingga 6 Januari 2026.

Perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi Perairan Barat Kepulauan Batu, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Perairan Timur Kepulauan Nias. Para nelayan dan kapal-kapal kecil disarankan untuk menunda pelayaran atau meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama.

Pola angin di wilayah Sumatera bagian Utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 6 hingga 26 knot. Kecepatan angin yang cukup tinggi ini berkontribusi pada pembentukan gelombang laut yang signifikan. Informasi ini penting bagi semua pihak yang beraktivitas di laut untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi